Jokowi Minta Pengusaha Garap KEK Pariwisata Mandalika

Jakarta, PONTAS.ID – Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) mengajak sejumlah pengusaha untuk ambil bagian dalam mengembangkan dan mengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Mandalika yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Demikian diungkapkan oleh Direktur Utama (Dirut) Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Abdulbar Mansoer. Ajakan tersebut katanya disampaikan Jokowi dalam pertemuan dengan sejumlah pengusaha di Istana Negara, Jakarta, Selasa (25/6/2019).

Dalam pertemuan tersebut, turut dihadiri oleh Bos MNC Group, Hary Tanoesoedibjo; Bos Djarum Group, Robert Budi Hartono; CEO Mayapada Group, Dato Sri Tahir; Direktur Utama PT Hotel Sahid Jaya International Tbk, Hariyadi Sukamdani; Pemilik CT Corp, Chairul Tanjung.

Kemudian turut hadir pula Pemilik Rajawali Group, Peter Sondakh; Pemilik Mulia Group, Eka Tjandranegara; serta perwakilan Sinar Mas Group, Muktar Widjaja dan Gandi Sulistyo.

“Presiden mengimbau karena Mandalika sudah dipromosikan, sudah mulai dibangun. Tadi semua big owners kan ada Budi Hartono, ada Hari Tanoe, yang punya grup Mulia. Jadi intinya presiden menyatakan Mandalika is open for business untuk pengusaha besar dalam negeri,” kata Abdulbar usai pertemuan itu.

Para pengusaha yang berminat menggarap Mandalika akan mendapat insentif. Fasilitas ini diberikan karena Mandalika adalah kawasan ekonomi khusus (KEK).

Menurut Abdulbar insentif itu antara lain PPh atau pajak penghasilan 0 persen untuk investasi dengan nilai tertentu. Kemudian sewa lahan selama 80 tahun, dengan status hukum HGB atau Hak Guna Bangunan.

“Karena itu KEK maka tidak ada pajak. Pajak penghasilannya 0 untuk investasi di atas beberapa miliar gitu. Terus ada juga 80 tahun sewa, kita kan nggak beli di sana tapi sewa, nanti dapat title-nya, dapat HGB, seperti di Nusa Dua. Se-Indonesia yang bisa 80 tahun cuma di Mandalika,” ujarnya.

Abdulbar menambahkan dari hasil pertemuan dengan Presiden Jokowi belum tercapai komitmen apapun, cuma ITDC diminta lebih proaktif menjaring pengusaha besar.

“Tadi baru perkenalan. Nanti mereka akan kita kontak2 lagi, tadi presiden minta kita proaktif ke sana,” tukas dia.

Penulis: Risman Septian
Editor: Stevanny

Previous articleKomisi X Apresiasi Aturan Larangan Penggunaan HP di Pondok Pesantren
Next articleMenpar Ingin Bekali Mitra GrabBajay Pelatihan Pariwisata

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here