Jakarta, PONTAS.ID – Gelaran Festival Bakar Tongkang yang menjadi rangkaian acara Bagansiapiapi Heritage 2019 dinilai dapat menjadi momentum yang baik untuk menelusuri sejarah Kota Bagansiapiapi di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Provinsi Riau.
Bupati Rohil, Suyatno mengatakan bahwa sejarah Bagansiapiapi sangat luar biasa, dimana peninggalan sejarahnya bisa ditemui di setiap penjuru kota.
“Ini momentum yang tepat agar masyarakat luas mengenal dan mengetahui lebih dekat tentang Bagansiapiapi yang pernah berjaya. Kita pernah jadi penghasil ikan terbesar kedua di dunia setelah Norwegia,” kata Suyatno, Rabu (19/6/2019).
Lebih lanjut, Suyatno menjelaskan, ada beberapa tempat yang memiliki cerita seperti bekas pelabuhan lama, Kelenteng In Hok Kiong, Rumah Kapitan, Gedung Bank Bagan Madjoe (BRI), Gereja Katolik Santo Petrus, Tugu Perjanjian, Tangsi Belanda, water leeding, Rumah Sakit DR. R.M Pratomo, dan berbagai peninggalan lainnya.
“Tiap-tiap tempat pun memiliki cerita unik yang menambah nikmatnya menelusuri sejarah kota ini,” imbuhnya.
Pemerintah Daerah (Pemda) Bagansiapiapi pun sangat tepat membaca peluang. Sebagai event yang telah mendunia, Bakar Tongkang dikunjungi ribuan wisatawan.
“Tentunya ini harus dimaksimalkan dengan memperkenalkan destinasi lain yang ada di Kota Bagansiapiapi terutama destinasi sejarahnya yang luar biasa,” ujar Suyatno.
Gelaran Bagansiapiapi Heritage diikuti oleh ratusan peserta. Festival Bakar Tongkang sendiri telah bertransformasi menjadi sebuah suguhan, yang dapat menarik wisatawan untuk datang.
“Berbagai terobosan konsep acara yang menyertai event ini pun semakin beragam, semuanya membawa wisatawan semakin mengenal Bagansapiapi,” tutur Suyatno.
Sementara itu Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar, Rizky Handayani menyambut baik digelarnya Bagansiapiapi Heritage 2019, serta rangkaian Festival Bakar Tongkang yang termasuk di dalamnya.
“Ajang ini menjadi atraksi wisata yang bisa menarik kunjungan lebih banyak wisatawan ke Riau dan sekitarnya, khususnya yang menyukai wisata sejarah. Sekaligus sebagai upaya untuk mempromosikan budaya Bagansiapisiapi yang unik dan perlu dilestarikan,” kata Rizky.
Penulis: Risman Septian
Editor: Luki Herdian




























