75 Ribu Wisatawan Hadiri Festival Bakar Tongkang di Rokan Hilir

Jakarta, PONTAS.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir (Rohil), Provinsi Riau mencatat kurang lebih 75 ribu wisatawan hadir dalam event Festival Bakar Tongkang, yang diselenggarakan pada Hari Rabu (19/6/2019).

Bupati Rohil, Suyatno mengungkapkan bahwa dalam acara yang termasuk dalam rangkaian Bagansiapiapi Heritage 2019 dan masuk dalam kalender pariwisata nasional ini, para wisatawan kebanyakan datang dari warga Tiongkok, Taiwan, dan warga keturunan Tionghoa.

“Perputaran uang selama Bakar Tongkang sangat besar. Hotel-hotel penuh. Pedagang kuliner, pedagang perlengkapan berdoa, hingga para penarik becak semua kebanjiran rejeki,” kata Suyatno dalam siaran pers Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Jumat (21/6/2019).

Lebih lanjut Suyatno pun menceritakan, bahwa puncak acara Festival Bakar Tongkang sendiri ketika kapal dibakar, peserta begitu antusias untuk melihat arah tiang tongkang itu jatuh.

Menurut kepercayaan warga Tionghoa Bagansiapiapi, arah jatuhnya tiang menunjukkan keselamatan dan peruntungan usaha. Dimana peruntungan tahun ini berada di laut berdasarkan jatuhnya tiang.

Sementara itu Ketua Pelaksana Top 100 Calender of Event (CoE) Wonderful Indonesia Kemenpar, Esthy Reko Astuti yang ikut hadir dalam acara itu mengatakan bahwa Festival Bakar Tongkang terbukti mampu mendatangkan manfaat ekonomi secara langsung bagi masyarakat di Kota Bagansiapiapi.

“Festival ini selalu mampu menarik wisatawan untuk datang. Semakin banyak wisatawan datang, dampak ekonominya dirasakan langsung oleh masyarakat. Begitu juga beragam atraksi pendukung yang disiapkan pemerintah Rohil dengan matang,” ujarnya.

Esthy lantas menilai bahwa ritual bakar tongkang merupakan salah satu contoh suksesnya ritual budaya yang dimiliki Indonesia. Dan peran sektor pariwisata sangat membantu menyejahterakan masyarakat di Riau, melebihi pendapatan dari sektor lainnya seperti minyak dan gas.

“Di sinilah fungsi pariwisata. Pariwisata hadir untuk terus menyejahterakan masyarakat. Dari mulai penginapan, kuliner, jasa, hingga oleh-oleh. Bayangkan jika 1 wisatawan menghabiskan uang Rp500.000 perhari. Jika 75.000 wisatawan sudah berapa miliar uang beredar di Bagansiapiapi,” tutur dia.

Penulis: Risman Septian
Editor: Stevanny

Previous articlePorprovsu, Pemkab Asahan Turunkan 127 Atlet
Next articleDPR Minta Anggaran Kebutuhan K/L Jangan Dikurangi