Tim Crisis Center Kemenpar Terus Pantau Gempa di Sulteng

Menpar Arief Yahya

Jakarta, PONTAS.ID – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus memantau perkembangan terkini bencana gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng), sejak Hari Jumat (28/9/2018) kemarin melalui Tim Crisis Center (TCC).

Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya mengungkapkan bahwa sasaran dari Tim Crisis Center Kemenpar tersebut yakni untuk memantau akses, amenitas, dan atraksi yang terkait langsung dengan wisatawan di Donggala dan sekitarnya.

“Pertama, saya turut prihatin dan berduka yang mendalam atas musibah gempa bumi di Sulteng. TCC terus melakukan pemantauan dan pelaporan, memberikan layanan informasi termasuk holding statement ke beberapa negara melalui Visit Indonesia Tourism Officer (VITO). Dan menghentikan seluruh aktivitas promosi di lokasi terdampak, memantau kondisi wisatawan dan ekosistem pariwisata (3A) di lokasi terdampak,” kata Arief dalam siaran persnya, Senin (1/10/2018).

Sementara itu, Ketua Tim Crisis Center Kemenpar, Guntur Sakti menambahkan, pihaknya masih mempedomani laporan dan informasi dari BMKG dan BNPB baik pusat maupun daerah. Serta menggunakan seluruh kanal media dan instrumen media monitoring.

“Fokus TCC Kemenpar memang tidak jauh-jauh dari customers utamanya, wisatawan, baik mancanegara maupun nusantara. Karena itu, yang dicek pertama ketika terjadi bencana adalah fasilitas publik pendukung pergerakan wisman, yakni akses,” ujar Guntur yang juga Kepala Biro Komunikasi Publik Kemenpar.

Di fase tanggap darurat sendiri, lanjut Guntur, Tim TCC kemenpar memfokuskan terhadap layanan informasi kepada semua pihak. Dan juga menghentikan segala bentuk promosi di destinasi terdampak, serta berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata Daerah untuk pelayanan wisatawan dan memantau 3A terdampak.

“Tim Crisis Center juga berkoordinasi dengan jajaran Asisten Deputi di Kemenpar yang membawahi Regional Sulteng, baik destinasi maupun pemasaran,” tuturnya.

Pasca Gempabumi Tektonik 7,4 SR itu pukul 17.02 WIB, jaringan telekomunikasi di Donggala dan sekitarnya tidak dapat beroperasi karena pasokan listrik PLN terputus. Hingga pukul 18.00 WIB, hasil pemantauan Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika terdapat 276 base station yang tidak bisa digunakan.

Hal itu menyebabkan Bandara Palu tutup sampai dengan 29 September jam 19.20 WIB. Karena terjadi kerusakan menara ATC dan Telekomunikasi masih belum normal.

Operator telekomunikasi tengah berupaya memulihkan pasokan listrik dengan menggunakan Mobile Backup Power (MBP) dan menunggu pulihnya jaringan listrik dari PLN.

Menteri Kominfo Rudiantara juga menambahkan, beliau menugaskan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika (BAKTI) untuk mengirimkan 30 unit telepon satelit guna mendukung koordinasi penanganan bencana di Donggala dan sekitarnya.

Kementerian Kominfo dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengirimkan informasi gempa bumi melalui SMS ke pengguna ponsel di daerah Donggala dan sekitarnya.

Persisnya hari Jumat pukul 14.09 WIB. SMS Blast dikirimkan sebanyak 7 kali. Adapun SMS peringatan dini tsunami telah dikirim pada pukul 17.02 WIB.

Berdasarkan BMKG gempa yang terjadi di Donggala, Sulawesi tengah. Berkekuatan magnitudo 7,4 SR terjadi pada pukul 17.02.44 WIB. Lokasinya berada di 0.18 LS,119.85 BT di 27 km Timur Laut Donggala Sulawesi Tengah di Kedalaman 10 Km.

Editor: Risman Septian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here