Jakarta, PONTAS.ID – Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya menekankan pentingnya peran media digital dalam mempromosikan pariwisata. Menurut dia, di era digital, melakukan transformasi tourism 4.0 memiliki tantangan yang cukup besar.
Namun demikian, jelas Arief, proses digitalisasi di Kementerian Pariwisata (Kemenpar) sebenarnya sudah dilakukan sejak 4 tahun lalu, saat dirinya melakukan program percepatan evolusi dari tradisi analog dan konvensional menjadi penggunaan digital di semua lini.
Tourism 4.0, lanjut dia, lahir seiring dengan mulai tersedianya big data perilaku traveler yang dikumpulkan via apps dan sensor yang kemudian diolah untuk menciptakan seamless dan personalized travelling experience.
“Saat ini, sekitar 70 persen masyarakat melakukan share dan like menggunakan media digital. Maka karena itulah, pariwisata Indonesia saat ini tumbuh hingga 22 persen,” kata Arief dalam siaran pers Kemenpar, Kamis (2/5/2019).
Lebih lanjut dia menuturkan, bahwa sekitar 50 persen inbound travelling ke Indonesia adalah kaum milenial, sementara untuk Asia, anak muda mencapai 57 persen. Itulah mengapa dalam pariwisata Indonesia, milenial sangat penting.
“Selain sebagai wisatawan, generasi milenial Indonesia bisa membantu mempromosikan pariwisata Indonesia melalui media nasional. Gunakan jari-jarimu untuk mempromosikan pariwisata Indonesia. The more digital, the more global,” ujar Arief.
Dia pun juga mengaku telah memberi arahan kepada jajarannya di Kemenpar untuk mengalokasikan anggaran sebanyak 70 persen bagi promosi digital. Menurutnya, potensi pasar digital bisa dilihat jelas, sebut saja aset e-commerce seperti Traveloka yang lebih besar dari perusahaan konvensional.
“Traveloka memiliki aset 1,1 triliun rupiah, bahkan lebih besar dari aset gabungan dua perusahaan travel besar di Indonesia,” tukas Arief.
Penulis: Risman Septian
Editor: Idul HM



























