Omzet Tembus 1,8 Triliun, Jasa Marga Optimistis Masuki Kuartal II

Gerbang Tol Sei Rampah menuju Tebingtinggi sepanjang 9,26 Km yang merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera menghubungkan Aceh hingga Lampung

Jakarta, PONTAS.ID – Kuartal I Tahun 2019, PT Jasa Marga (Persero) Tbk. dapat mencatat EBITDA sebesar Rp.1,81 triliun, tumbuh sebesar 14,5 persen atau sekitar Rp.230 miliar, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

EBITDA (Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization) atau pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi.

Dari sisi pendapatan usaha diluar konstruksi, Jasa Marga mencatat pendapatan usaha sebesar Rp.2,52 triliun atau meningkat 5,7 persen dari Kuartal I tahun 2018.

“Angka tersebut berasal dari kontribusi Pendapatan Tol sebesar Rp.2,34 triliun atau naik 6,3 persen dibandingkan Kuartal I tahun lalu,” ungkap Corporate Secretary
PT Jasa Marga (Persero) Tbk., M. Agus Setiawan, di Jakarta, Rabu (24/4/2019).

Dalam sisi pendanaan, untuk menjaga kondisi keuangan Perusahaan agar tetap solid dan untuk memperkuat struktur permodalan Perusahaan, lanjut Agus, Jasa Marga kembali melakukan inovasi alternatif pendanaan berbasis ekuitas yaitu Kontrak Investasi Kolektif Dana Investasi Infrastruktur (KIK DINFRA).

“Produk KIK DINFRA yang pertama kali dicatat dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. Seluruh capaian tersebut merupakan pembuktian Jasa Marga untuk tetap menjaga kinerja positif,” papar Agus.

Trans Sumatera
Pada sisi operasional, Jasa Marga telah mengoperasikan Jalan Tol Sei Rampah -Tebingtinggi sepanjang 9,26 Km. Jalan ini merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera yang akan menghubungkan Aceh hingga Lampung.

“Saat ini jalan tol tersebut dapat memperlancar arus transportasi dan logistik antara Kota Medan, Bandara Internasional Kualanamu, Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei, dan Kawasan Pariwisata Danau Toba,” imbuhnya.

Selain itu, Jasa Marga juga berkomitmen untuk terus mengembangkan inovasi di berbagai aspek untuk meningkatkan fasilitas dan pelayanan kepada pengguna jalan tol.

Salah satunya adalah dengan menggelar simulasi transaksi nir sentuh berbasis Radio Frequency Identification (RFID) atau Single Lane Free Flow (SLFF).

Teknologi yang dikenal dengan nama FLO ini merupakan teknologi sistem transaksi tol tanpa henti yang diproduksi oleh anak usaha Jasa Marga, PT Jasa Marga Tollroad Operator (JMTO).

Sesuai dengan rencana pengoperasian jalan tol baru pada tahun 2019, Jasa Marga diharapkan dapat mengoperasikan ± 245 Km jalan tol baru, “Yang tersebar di Pulau Sumatera, Pulau Jawa, Pulau Kalimantan serta Pulau Sulawesi,” pungkas Agus.

Penulis: Pahala Simanjuntak
Editor: Hendrik JS

Previous articleUsai Pemilu, Kadin Ajak Pengusaha Jaga Persatuan
Next articleTekan Impor, Kementan Dorong Pengembangan Bawang Putih

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here