KAI Bandung Waspadai 42 Titik Jalur Rawan untuk Mudik

Jakarta, PONTAS.ID – Direktur Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung, Joni Martinus mengatakan bahwa ada sekitar 42 titik rawan di sepanjang jalur kereta api Daop 2 Bandung, lantaran sering terjadi longsor, tanah amblas, hingga banjir.

Oleh karena itu, Joni menuturkan bahwa pihaknya akan meningkatkan pemeriksaan jalur kereta api menjelang musim mudik lebaran Idul Fitri 2019. Selain itu, PT KAI Daop 2 Bandung pun tengah melakukan perbaikan jalur kereta api.

“Kita lakukan antisipasi gangguan itu, pertama kita lakukan perbaikan jalur yang berpotensi rawan terhadap laju kereta api. Kemudian kita sudah mulai meningkatkan pemeriksaan jalur, meningkatkan keamanan di perlintasan, kami juga sudah mewaspadai potensi gejala alam,” kata Martinus, Minggu (7/4/2019).

Guna mengantisipasi terjadinya kendala dalam perjalanan kereta api, Martinus mengatakan, sudah menyiapkan tim reaksi cepat yang selalu bersiaga di beberapa resort atau pos yang berada di beberapa lokasi sekitaran jalur kereta api.

“Resort itu adalah kantor-kantor di jalan rel dan sinyal itu kami siagakan namanya flying gang, itu adalah satuan unit kecil yang terdiri dari beberapa orang yang expert di bidangnya untuk menangani secara cepat pada penanganan pertama ketika terjadi gangguan,” ujarnya.

Martinus menyebut, ada sekitar 20 regu flying gang yang disiapkan PT KAI Daop 2 Bandung guna mengantisipasi terjadinya gangguan terhadap rute perjalanan kereta api pada mudik lebaran nanti. Setiap regu akan diisi 10 orang anggota.

Tidak hanya itu saja, PT KAI pun menempatkan Alat Material Untuk Siaga (Amus) guna mengantisipasi terjadinya kendala pada angkutan kereta api.

Martinus mengatakan, alat itu ditempatkan di beberapa stasiun inti di sekitaran Daop 2 Bandung, seperti stasiun Bandung juga Stasiun Padalarang.

“Amus itu berbentuk datar ditempatkan di atas gerbong, itu kami siagakan peralatan misalnya bantalan cadangan, rel cadangan, flat sambung antar rel, kemudian pasir batu, gerbong penolong, itu kita siagakan. Ketika kita butuh sarana untuk penggantian kita siagakan. Amus standby-nya tiap hari 24 jam,” tukas dia.

Penulis: Risman Septian
Editor: Luki Herdian

Previous articleCatat! Begini Pengalihan Lalin Tol Jakarta Merak Mulai Malam Ini
Next articleKetua DPR: Gunakan Hak Pilih dengan Bijaksana