HomeEkbisTommy Soeharto: Bangun Kembali Kejayaan Pertanian RI Melalui Kearifan Lokal
Tommy Soeharto: Bangun Kembali Kejayaan Pertanian RI Melalui Kearifan Lokal
Ketum PB Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto), panen perdana padi dengan pupuk organik cair hipernano Bregadium, di Desa Sukasirna.
Jakarta, PONTAS.ID – Indonesia sampai saat ini masih ketergantungan impor pangan, ditambah setiap tahunnya permaslahan data pangan dalam negeri selalu bergejolak antar lembaga sektoral. Lalu sampai kapan indonesia masih terus impor?. Disisi lain negara indonesia adalah Agraris.
Ketua Umum Partai Berkaya Tommy Soeharto, mengatakan bahwa selama 21 tahun reformasi sektor pertanian terabaikan. Kesejahteraan masyarakat, terutama petani, cenderung menurun. Produk pertanian lokal tak berdaya, dan menjadi kelas dua, di tengah serbuah produk impor.
Menurut Tommy, partainya ingin memberi bukti bila program partainya membangun ekonomi kerakyatan dan pembangunan sektor pertanian bukan isapan jempol.
“Sektor pertanian Indonesia jalan di tempat, di tengah kian berkembangnya pertanian negara-negara tetangga,” kata Tommy Soeharto usai panen raya di Desa Sukasirna, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin (25/3/2019).
Solusinya, lanjut Tommy, segala terkait ekonomi kerakyatan harus diusung dengan nilai kearifan lokal.
“Kearifan lokal adalah tradisi dan budaya bercocok tanam masyarakat. Partai Berkarya akan merevitalisasinya untuk meningkatkan hasil produksi,” kata Tommy Soeharto dalam dialog dengan para petani.
Menurut Tommy, ang paling sederhana dalam membangun program pertanian adalah petani bisa memperoleh berbagai kemudahan. Salah satunya adalah adanya pemberian pupuk cair bregadium teknologi hypernano yang mana ini berharga murah dan dibayar setelan panen.
Seperti di Purbalingga, Partai Berkarya melakukan uji percontohan penggunaan pupuk bregadium teknologi hypernano di beberapa petak sawah di Desa Sukasirna. Hasilnya, produksi padi mencapai enam ton, jauh di atas rata-rata produksi per hektar secara nasional. Secara umum, hasil produksi padi petani binaan Partai Berkarya naik 30 persen.
“Jadi kami telah memberi bukti bukan janji. Penggunaan pupuk bregadium adalah solusi untuk meningkatkan produksi pangan nasional dan menyejahterakan petani,” ujarnya lagi.
Selain pupuk, Partai Berkarya juga membangun Saung Berkarya di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat. Membentang seluas tiga hektar, Saung Berkarya adalah miniatur desa mandiri energi dan pangan.
Rencananya, Tommy Soeharto akan membangun Saung Berkarya di setiap kabupaten, agar masyarakat desa belajar bagaimana mandiri energi dan pangan. Tidak ada listrik di Saung Berkarya. Kebutuhan energi; untuk memasak, penerangan, mesin penetasan telur ayam, dan lainnya, menggunakan biogas kotoran sapi. Ada tujuh ekor sapi, dengan produksi kotoran cukup untuk membuat biogas, ayam petelur yang memenuhi kebutuhan gizi harian, dan kebun berbagai sayuran dan lokasi pembibitan yang tidak menggunakan pupuk kimia.
Kotoran sapi yang telah diambil gas-nya digunakan sebagai pupuk. Untuk pestisida, Saung Berkarya menggunakan air kencing sapi. Saung Berkarya adalah solusi bagi pembangunan pertanian secara terpadu.