
Jakarta, PONTAS.ID – Meski sempat dilarang Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Presiden Joko Widodo (Jokowi) ngotot berkunjung ke Sibolga, dalam rangkaian kunjungan kerja di Sumatera Utara. Larangan ini menyusul peristiwa bom bunuh diri yang terjadi pada Rabu 13 Maret 2019, di kota itu.
“Tapi saya tolak. Tidak! Saya harus ke Sibolga, urusan keamanan itu urusan Polri dan TNI. Sedangkan ke Afghanistan saja saya pergi, masak ke Sibolga tidak berani,” ujar Jokowi sewaktu bertemu dengan tokoh agama di Hotel Wisata Indah Sibolga usai meresmikan Pelabuhan Sibolga, Minggu(17/3/2019).
Dalam kunjungan kerjanya hari keempat di Sumut tersebut, dalam sehari Jokowi menuntaskan 3 pekerjaan, yakni, peresmian pelabuhan Sambas, pencanangan pengembangan pelabuhan dan bandara serta memberikan bantuan perbaikan rumah terdampak bom bunih diri.
Saat peresmian pelabuhan, Presiden Jokowi menyampaikan tahun 2016 saat berkunjung ke Sibolga jalan dari Pinangsori masih berlubang. Kemudian, Presiden menyampaikan kepada Menteri PUPR untuk menyelesaikan jalan, dan saat ia melewatinya kembali merasakan mulusnya jalan tersebut.
“Saat di perjalanan tadi dibisiki agar runway bandara diperpanjang. Mumpung saat ini ada Menhub saya perintahkan runway diperpanjang,” kata Presiden, dalam keterangan resminya.
Pelabuhan CPO
Presiden juga menambahkan, pelabuhan Sibolga, fungsinya akan dikembalikan lagi dan dirinya menyambut baik penataan pelabuhan yang saat ini menampung 20 ribu unit setara dua puluh kaki atau TEUs (twenty-foot equivalent unit) per tahun, meningkat drastis, Ukuran kapal dulunya hanya sampai 2 ribu GT sekarang bisa mencapai 6 ribu GT.
Terminal penampung, lanjut Presiden, dahulu hanya berkapasitas 80 orang sekarang sudah bisa menampung 500 orang. Selain itu, desain Pelabuhan Sibolga ini menang sebagai desain pelabuhan terbaik di Asia Pasifik, dan tempat antara kapal dari dan kapal kargonya terpisah sehingga bisa lebih efisien.
“Saatnya sekarang bekerja agar agar makin banyak barang dan jasa yang akan menggunakan Pelabuhan Sibolga ini. Infrastruktur siap, kita harus mendorong terus agar ekonomi ini di Sibolga dan sekitarnya menjadi berkembang lagi,” tegas Presiden.
Pemerintah kata Jokowi, usai penataan dan pengembangan pelabuhan Sambas, akan melengkapinya dengan pembangunan terminal khusus dan storage agar nantinya dari pelabuhan ini akan bisa dilakukan ekspor langsung minyak kelapa sawit Crude Palm Oil (CPO).
“Tadi sudah saya sampaikan bahwa di sini bisa nanti ekspor langsung untuk CPO. Sehingga pelabuhan Sibolga benar-benar memberikan peningkatan ekonomi yang baik kepada kawasan sekitar. Karena kalau CPO di sini akan ada, ada terminal storage-nya,” kata Presiden.
Presiden berharap, nantinya ekspor CPO dari Aceh bagian Selatan, kemudian di Tapanuli Selatan ditarik ke Sibolga karena lebih dekat daripada harus lewat darat yang menempuh perjalanan selama 10-12 jam.
“Pelabuhan Sibolga ini memang sudah lama sekali tidak kita urus padahal Kota Sibolga sendiri sudah berusia 319 tahun. Ini pelabuhan yang juga sudah lama sekali, sudah ratusan tahun sehingga kita melakukan pengembangam dan penataan kembali,” ujarnya.
Bantuan Rumah Rusak
Terkait peristiwa bom bunuh diri yang dilakukan oleh Solimah, istri terduga teroris Husain alias Abu Hamzah, di Kecamatan Sibolga Sambas, Sibolga, Sumatra Utara (Sumut), Rabu (13/3) lalu, Presiden menekankan perlunya menjalin rasa persaudaraan karena warga di Indonesia memang berbeda-beda suku, agama, dan tradisi.
“Sibolga selama ini dikenal sebagai kota yang damai tidak ada perpecahan, tidak ada saling menghujat, kota berbilang tahun. Sehingga hubungan antarumat beragama sangat baik, rukun terus,” kata Presiden Jokowi.
Menurut Presiden, saat ini yang paling penting adalah segera memperbaiki rumah-rumah warga yang rusak akibat aksi bom bunuh diri itu agar segera bisa ditempati kembali oleh para penghuninya.
“Saya perintahkan Menteri Sosial datang hari ini. Tetapi untuk siang hari ini saya sedikit memberikan bantuan,” kata Presiden seraya memerintahkan agar Dandim, Kodim, Danrem dan Korem untuk membantu warga.
Besaran bantuan yang diberikan, menurut Presiden, seluruhnya berjumlah Rp.1,4 miliar lebih dengan rincian bantuan untuk yang rumahnya mengalami rusak berat Rp.25 juta, rusak sedang Rp.5 juta, dan rusak ringan Rp.3 juta.
Penulis: Pahala Simanjuntak
Editor: Hendrik JS



























