Jakarta, PONTAS.ID – Direktur Keuangan dan Administrasi PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta, Tuhiyat mengatakan bahwa pada 24 Maret 2019 mendatang Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) bakal meresmikan MRT, yang merupakan moda transportasi berbasis rel terbaru di ibu kota.
Peresmian tersebut, katanya akan dilakukan setelah MRT selesai diuji coba publik, yakni mulai 12 Maret hingga 23 Maret Mendatang. Antusias masyarakat pun cukup tinggi dalam mengikuti uji coba MRT dengan rute Lebak Bulus- Bundaran Hotel Indonesia (HI) dan sebaliknya.
“Uji coba sudah memasuki hari ketujuh trial run. Dan kalau tidak ada halangan, hari Minggu, tanggal 24 Maret besok, akan diresmikan oleh Bapak Presiden,” kata Tuhiyat saat ditemui oleh wartawan di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Senin (18/3/2019).
Rencananya peresmian oleh Presiden Jokowi tersebut akan dilakukan di Stasiun Bundaran HI. Pihaknya pun masih melakukan perbaikan-perbaikan hasil evaluasi dari uji coba yang dilakukan. Sehingga diharapkan setelah diresmikan bisa berjalan dengan baik.
Dia menambahkan sebelum meresmikan, Jokowi juga akan melakukan uji coba MRT, pada Selasa (19/3/2019) besok. Rencananya Jokowi akan naik kereta Ratangga sekitar pukul 10.00 WIB, bersama dengan jajaran kabinet.
“Insya Allah Bapak Presiden besok beserta Kabinet jam 10.00 WIB akan mencoba kereta MRT. Peresmian rencananya bertempat, tersentral di Stasiun Bundaran HI,” ujarnya.
Di tempat terpisah, Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi menuturkan bahwa dalam upayanya untuk menjadi transportasi publik yang memberi kenyamanan bagi warga, MRT akan menyediakan gerbong khusus perempuan.
Pada setiap rangkaian kereta, rencananya gerbong khusus perempuan itu akan ditempatkan di gerbong ketiga atau keempat. Tujuan gerbong khusus tersebut, jelas untuk memberikan kenyamanan untuk penumpang perempuan.
“Berlaku pada jam sibuk. Saya pikir kalau desak-desakan kan bahaya,” ucap Budi.
Meskipun akan diresmikan pada 24 Maret 2019 mendatang, namun moda transportasi yang dibangun atas pinjaman Japan International Cooperation Agency (JICA) itu baru resmi beroperasi mulai pada 1 April 2019.
Moda transportasi masal ini memiliki panjang lintasan sepanjang 16 km. Terdiri atas jalur layang dan jalur bawah tanah. Stasiun pertama terdapat di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Stasiun itu sekaligus berfungsi sebagai depo. Lalu stasiun terakhir terdapat di Bundaran HI yang berada di bawah tanah.
Ke depannya MRT fase II akan bangun dari Bundaran HI hingga Kampung Bandan, Jakarta Barat. Namun proses pembangunannya belum jelas. Apakah menggunakan pinjaman luar negeri atau menyerahkan kepada swasta.
Diharapkan, kehadiran Kereta Ratangga ini dapat memecahkan persoalan kemacetan di ibu kota. Terutama dari arah selatan ke pusat kota. Sebab selama ini kemacetan lalu lintas moda angkutan lain di sepanjang jalur MRT itu tergolong cukup parah.
Editor: Risman Septian



























