Jakarta, PONTAS.ID – PT Jasa Marga (Persero) Tbk. berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp.2,2 triliun untuk tahun 2018. Hal ini juga didukung keberhasilan menjaga pertumbuhan Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) atau pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi.
EBITDA tahun 2018 mencapai nilai Rp.6,02 triliun atau tumbuh sebesar 10 persen dari tahun 2017, dengan margin 61,56 persen. Hal ini merupakan pencapaian Jasa Marga untuk tetap menjaga kinerja positif.
“Pertumbuhan pendapatan tol tetap tumbuh sesuai dengan tren pertumbuhan volume lalu lintas setiap tahunnya secara konsolidasi. Selain itu, ruas-ruas jalan tol baru yang mulai beroperasi dari tahun 2016 hingga 2018 juga telah menyumbang pendapatan tol,” jelas Corporate Secretary PT Jasa Marga (Persero) Tbk., M. Agus Setiawan melalui keterangan tertulisnya, Senin (18/3/2019).
Jasa Marga kata Agus, juga terus konsisten melakukan ekspansi guna menjaga pertumbuhan bisnis berkelanjutan. Total 7 jalan tol baru sepanjang 318,75 Km berhasil dioperasikan, sehingga hingga akhir tahun 2018 total 1.000 Km jalan tol.
- Medan-Kualanamu-Tebingtinggi, segmen Simpang Susun (SS) Tanjung Morawa- SS Parbarakan sepanjang 10,75 Km;
- Bogor Ring Road Segmen Kedung Badak -Simpang Yasmin sepanjang 2,65 Km;
- Batang-Semarang sepanjang 75,00 Km;
- Semarang -Solo Segmen Salatiga-Kartasura sepanjang 32,65 Km;
- Solo -Ngawi sepanjang 90,43 Km;
- Ngawi-Kertosono-Kediri Segmen Ngawi-Kertosono sepanjang 87,02 Km;
- Gempol-Pasuruan Segmen Rembang-Pasuruan (Grati) sepanjang 20,25 Km.
Dengan beroperasinya jalan tol baru itu, Jasa Marga kata Agus turut menyumbang pencapaian bisnis jalan tol dengan tersambungnya Jalan Tol Trans Jawa dari Merak hingga Pasuruan (Grati).
Ditambahkan Agus, untuk percepatan pembangunan insfrastruktur jalan tol serta untuk memperkuat struktur permodalan Perseroan, Jasa Marga untuk kali keempat kembali melakukan inovasi dalam bidang pendanaan. Di tahun 2018, Jasa Marga menempuh alternatif produk pendanaan melalui skema Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT).
“RDPT ini merupakan pendanaan bersifat ekuitas di pasar modal sehingga Perseroan dapat mengurangi ketergantungan terhadap pendanaan yang bersifat hutang. Sehingga kesehatan finansial Perusahaan tetap terjaga di tengah ekspansi yang dilakukan,” imbuhnya.
Selain RDPT, sepanjang tahun 2018 Jasa Marga juga menandatangani pejanjian kredit sindikasi dengan total jumlah mencapai Rp.30,03 triliun untuk pembangunan proyek Jalan Tol Kunciran-Serpong, Jakarta-Cikampek II Elevated, Bogor Ring Road, Balikpapan-Samarinda dan Batang-Semarang.
Pencapaian Jasa Marga dalam 2018 ini lanjut Agus, selaras dengan komitmen Jasa Marga dalam melakukan percepatan pembangunan jalan tol untuk mendukung rencana Pemerintah agar mewujudkan pertumbuhan ekonomi dan konektivitas antar wilayah.
“Bertolak dari visi tersebut, Jasa Marga juga tak henti melakukan berbagai inovasi, baik dalam bidang pendanaan, pengembangan usaha, maupun operasional sehingga dapat melayani masyarakat, khususnya pengguna jalan tol, agar semakin optimal,” pungkasnya.



























