Program Alsintan Rugikan Negara 56 Miliar, Kejagung Belum Ungkap Tersangka

Presiden Jokowi saat memperhatikan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) salah satu program Kementerian Pertanian, (Foto: Ist).

Jakarta,PONTAS.ID – Kejaksaan Agung sudah membidik tersangka dugaan korupsi penyimpangan pengadaan alat dan mesin pertanian (alsintan) tahun 2015.

“Nantinya akan mengerucut siapa yang paling bertanggung jawab terkait adanya indikasi penyimpangan tersebut,” kata Jaksa Agung HM Prasetyo, di Jakarta, pekan lalu.

Menurut dia, beberapa saksi terkait dugaan korupsi tersebut, telah diperiksa dan penanganan perkara itu masih terus berjalan hingga sekarang. “Pidsus semakin mendalami adanya indikasi penyimpangan pengadaan alsintan itu,” katanya.

Terkait surat perintah penyidikan (sprindik) yang baru terkait kasus itu, ia menyerahkannya pada penyidik Jampidsus.
Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) telah mengeluarkan enam sprindik perkara dugaan penyimpangan anggaran alsintan.

Keenam sprindik itu, di antaranya pengadaan traktor roda dua, traktor roda empat, rice transplanter, seeding tray dan pompa air, excavator yang diduga merugikan keuangan negara mencapai angka Rp 56,203 miliar.

Dari informasi yang dihimpun, diketahui tim Jampidsus Kejagung sudah menjaring informasi terkait kemungkinan penyalahgunaan bantuan alsintan tahun anggaran 2015. Langkah yang dilakukan, di antaranya mengumpulkan dan memberikan kuesioner kepada 85 pengurus kelompok tani penerima alsintan tahun anggaran 2015 di Kabupaten Tasikmalaya pada 29 November 2018.

Editor: Idul HM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here