Tingkatkan Literasi dan Inklusi Perbankan Syariah, BNI Syariah Gelar Public Lecture

Jakarta, PONTAS.ID – Dalam rangka mendukung literasi dan inklusi perbankan syariah, BNI Syariah mengadakan Hasanah Public Lecture dengan tema ‘Islamic Finance Towards Industry 4.0 : Millenials Role’, bertempat di Ruang Aula Institut Ilmu Al-Quran (IIQ), Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel).

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo menyampaikan gagasannya di hadapan lebih dari 400 mahasiswi IIQ. Dia mengatakan, bahwa menghadapi era revolusi industri 4.0 menuju smart society 5.0, muncullah kondisi dunia yang bergejolak (volatile), tidak pasti (uncertainty), rumit (complex), dan serba kabur (ambiguous) atau dikenal dengan VUCA (volatile, uncertain, complex, ambiguous) era.

Dalam hal ini, BNI Syariah mengajak kepada generasi milenial untuk meneladani Rasulullah SAW dalam berperan sebagai agen perubahan yang memiliki visi, memberikan pengaruh positif bagi lingkungan di sekitarnya, dan memegang teguh Hasanah, yang diaplikasikan dalam gaya hidup yang halal sesuai dengan prinsip syariah.

“Merupakan suatu kebanggaan bagi kami dapat bertatap muka dengan para generasi penerus yang secara khusus mendalami ilmu Al-Qur’an dan memberikan wawasan baru mengenai perbankan syariah di era digital. Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah di kalangan milenial dan mencetak agen perubahan yang memiliki Hasanah value,” kata Abdullah, Kamis (31/1/2019).

Dia lantas menghaturkan apresiasinya, karena sejak tahun 2006, IIQ telah bermitra dengan BNI Syariah untuk pembayaran biaya pendidikan bagi sekitar 1.900 mahasiswa/i. Dan untuk memberikan layanan lebih luas, pada kesempatan yang sama dilakukan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan IIQ, mengenai pemanfaatan produk dan jasa perbankan syariah.

MoU tersebut ditanda tangani langsung oleh Abdullah dan Wakil Rektor II IIQ, M. Dawud Arif Khan. Dalam kerjasama ini, BNI Syariah memfasilitasi civitas akademika IIQ dengan berbagai produk dan layanan perbankan syariah seperti payroll untuk dosen dan pegawai serta cash management yang didukung teknologi dan jaringan yang terintegrasi dengan BNI seperti e-banking, tapcash, VCN (Virtual Card Number), ATM, dan kantor cabang BNI yang melayani transaksi syariah (sharia channeling office/SCO).

Selain itu, BNI Syariah memiliki produk-produk unggulan yang dapat dimanfaatkan civitas akademika IIQ diantaranya pembiayaan konsumtif yaitu pembiayaan pembelian rumah atau kendaraan, kartu pembiayaan (BNI iB Hasanah Card), pembiayaan produktif yaitu pembiayaan untuk modal kerja, investasi, dan mikro, tabungan haji dan umroh, dan Wakaf Hasanah.

Kerjasama antara BNI Syariah dan IIQ juga terjalin melalui Kerjasama Pembiayaan Fleksi bagi manajemen, dosen, dan pegawai IIQ yang ditandatangani oleh Pemimpin BNI Syariah Cabang Fatmawati, Nirwan Purnama dan M. Dawud Arif Khan selaku Wakil Rektor II. Melalui sinergi ini BNI Syariah berharap dapat menjadi mitra yang memberikan solusi bagi seluruh kebutuhan perbankan yang sesuai dengan prinsip syariah.

BNI Syariah sebagai Hasanah Banking Partner tidak hanya berorientasi pada keuntungan dunia, juga berkomitmen memberikan kebaikan (Hasanah) untuk kehidupan akhirat (Hasanah Way).

Sebagai bentuk apresiasi terhadap mahasiswi dalam upaya menebarkan ilmu Al Quran dan Hadist, BNI Syariah memberikan beasiswa sebesar 50 juta rupiah kepada mahasiswi IIQ yang berprestasi.

”Terima kasih kepada BNI Syariah yang telah memberikan ilmu yang sangat dibutuhkan mahasiswi menghadapi era revolusi industri 4.0. Kami telah bermitra dengan BNI Syariah dalam transaksi perbankan syariah di IIQ, dan semoga sinergi ini dapat terus terjalin dengan baik,” ujar Wakil Rektor I IIQ, Nadjematul Faizah.

Untuk diketahui, IIQ merupakan lembaga pendidikan tinggi yang menggabungkan sistem pendidikan pesantren dengan sistem perguruan tinggi yang  berorientasi mencetak ulama yang hafal Al Quran, intelek, berwawasan luas dan ahli di bidang Ulumul Quran.

Keberadaan IIQ telah melahirkan qari’ah dan hafizah yang telah berprestasi di ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional maupun Internasional.

Mahasiswa yang tidak memiliki bakat sebagai qariah sekalipun tetap dapat mendalami ilmu Nagham (Seni Baca Al-Qur’an) dengan dua orientasi, yaitu pengembangan seni tilawah disertai pemahaman akan kandungan Al Quran dan Hadist yang dikemas dalam satu paket pendidikan bertujuan menghasilkan sarjana Al Qur’an yang mampu memberikan kontribusi kepada masyarakat.

Editor: Risman Septian

Previous articleKemenpar Sosialisasikan KUR Pariwisata Kepada 100 Pelaku Usaha di Magelang
Next articleSebulan Jelang MTQ, Wakil Wali Kota Tinjau Lokasi