Jakarta, PONTAS.ID – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga menyatakan pertemuan antara Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengundang Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk membahas persiapan debat capres semula dijadwalkan pada Jumat (4/1/2019) batal.
“Jadi memang seharusnya besok itu kami diundang Pak SBY, tapi dijadwal ulang,” kata Koordinator Jubir BPN Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak di Kembangan, Jakarta Barat, Rabu (3/1/2019).
Dahnil menjelaskan, pertemuan itu akan mendengarkan masukan dari SBY dan mantan menteri dari pemerintahan Jokowi, seperti eks Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said, eks Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Tedjo Edy Purdjianto, hingga Menteri Agraria dan Tata Ruang era Jokowi-JK, Ferry Mursyidan Baldan.
“Nanti Bang Sandi dan Pak Prabowo akan dapat masukan dari Pak SBY, kemudian dari para menteri, termasuk dari para (mantan) menterinya Pak Jokowi. Misalnya Pak Dirman (Sudirman Said), yang kemudian tahu persis kita harus seperti apa. Kemudian ada Pak Ferry, Pak Tedjo. Itu akan memberikan masukan-masukan positif ya,” jelas Dahnil.
“Jadi apa yang kurang dari pemerintahan Pak Jokowi, apa yang lebih. Jadi kami ingin belajar kepemimpinan-kepemimpinan sebelumnya, beliau-beliau itu akan memberikan masukan kepada Pak Prabowo dan Bang Sandi,” lanjut dia.
Sementara itu, cawapres Sandiaga Uno mengatakan belum menerima undangan pertemuan dari SBY. Dia juga menjelaskan ada agenda safari politik di Kalimantan Utara pada Jumat (4/1/2019), sehingga akan diatur ulang agenda pertemuannya.
“Saya kebetulan jadwalnya besok di Kalimantan Utara. Intinya, kalau misalnya ada keharusan hadir di undangan Pak SBY, sampai hari ini saya belum terima. Tapi kalau seandainya ada undangan, kita akan jadwalkan,” kata pria akrab disapa Sandi.
Editor: Luki Herdian



























