Jakarta, PONTAS.ID – Bertepatan dengan acara pengukuhan Perhimpunan Dokter Nahdlatul Ulama (PDNU), BNI Syariah menjalin kerja sama terkait dengan pemanfaatan produk dan jasa perbankan syariah, pendayagunaan misi dan program yang dimiliki PDNU, serta kerja sama lain terkait kesehatan.
Pimpinan BNI Syariah Wilayah Jabodetabek Plus, Ali Muafa mengungkapkan bahwa pemanfaatan produk dan jasa perbankan syariah yang disediakan untuk 56 ribu dokter PDNU, diantaranya tabungan BNI iB Hasanah, BNI Baitullah iB Hasanah, BNI Tunas iB Hasanah, pembiayaan konsumer BNI Griya iB Hasanah, Oto iB Hasanah, BNI Fleksi iB Hasanah BNI IB Hasanah Card, e-banking (sms banking, mobile banking, ATM) dan fasilitas lainnya.
“Sinergi BNI Syariah dan PDNU dilakukan untuk penguatan halal ecosystem terutama dalam hal jasa kesehatan. Dokter-dokter PDNU di seluruh Indonesia menjadi pelopor-pelopor kebaikan di bidang kesehatan perlu didukung dalam setiap aktivitasnya, terutama transaksi produk perbankan syariah,” kata Ali dalam siaran pers BNI Syariah, Selasa (27/11/2018).
Selain itu, tambah dia, juga untuk memfasilitasi kegiatan sosial yang bisa memberikan manfaat yang luas untuk umat. Misalnya, saat ini BNI Syariah memfasilitasi fundraising pembangunan rumah sakit dan marine boat ambulance melalui wakaf hasanah.
“Mudah-mudahan kerjasama ini menjadi awal yang baik untuk kedua belah pihak,” ujar Ali.
Untu diketahui, penandatangan kerja sama itu dilakukan oleh Ali dan Ketua PDNU, Muhammad S Niam bertempat di Gedung PBNU, Jakarta, Senin (26/11/2018) malam. Turut hadir menyaksikan yakni Direktur Kepatuhan dan Risiko BNI Syariah, Tribuana Tunggadewi dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siradj.
Pengukuhan PDNU
Terkait dengan pengukuhan PDNU yang dilakukan oleh Said Aqil Siradj, Ketua Umum dan juga salah satu pendiri PDNU, Muhammad S Niam mengatakan bahwa tujuan pendirian PDNU itu adalah agar sekitar 56 ribu dokter NU yang tersebar di seluruh Indonesia dapat bersinergi maksimal.
“Maka PDNU pelakukan pendataan semua sejawatnya. Langkah merajut sinergi ini, termasuk melalui laman elektronik resmi PDNU yaitu www.dokterNU.org,” ucap Niam.
Secara struktur, PDNU berposisi sebagai organisasi federasi dari ISNU (Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama). ISNU adalah salah satu badan otonom dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Pengurus Pusat PDNU dikukuhkan melalui SK PP ISNU dan dilantik langsung oleh Ketum PBNU.
Lahirnya PDNU disambut dengan suka cita oleh para dokter NU, karena akan menjadi wadah silaturahmi dalam ukhuwah Nahdliyah dalam mengembang profesionalisme dan memperkuat pengejawantahan nilai-nilai Ahlusunnah Waljamaah An Nahdliyah.
Semakin banyak dokter yang dengan suka cita memunculkan atribut ke-NU-annya. Dokter NU dengan akhlak Aswaja An Nahdliyah akan melengkapi janji profesi atau sumpah dokter yang dulu pernah diucapkan saat seorang calon dokter dilantik menjadi dokter.
Dokter NU akan dikenal sebagai dokter santri yang berakhlak Islami berdasarkan nilai-nilai Aswaja An Nahdliyah. Sedangkan PDNU merupakan organisasi yang merajut ukhuwah, profesionalisme, dan ibadah para Dokter NU untuk Indonesia.
Sebagai agregasi gerakan moral dan profesional, PDNU telah melakukan kegiatan sosial kemasyarakatan antara lain yakni penyuluhan ke Pondok Pesantren, Sunatan Masal, Pengobatan Masal, TIM Rescue Lombok, dan Tim Rescue ke Sulawesi Tengah.
“Kami dokter, kami juga orang NU, kami mempunyai keinginan untuk lebih berbakti kepada bangsa dan negara dengan nilai-nilai Ahlusunnah wal jamaah An Nahdliyah”, tutur salah satu pendiri PDNU yang juga Ketua PP PDNU, Hardadi.
Editor: Risman Septian



























