Pemprov DKI Terus Pacu SKPD yang Serapan Anggarannya Rendah

Jakarta, PONTAS.ID – Pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta masih terus memacu sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang penyerapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD)-nya masih rendah, mengingat tahun 2018 hanya tinggal dua bulan lagi akan berakhir.

Sekretaris Daerah (Sekda) DKI, Saefullah mengaku telah memanggil para Kepala SKPD untuk melapor dan mempertangungjawabkan laporan keuangannya kepada Gubernur DKI, Anies Baswedan.

“Kemarin kita rapat sampai jam 23.30 WIB ya, penyerapan. Pak Gubernur pimpin langsung, kita maraton rapat dari sore. (Paling rendah) Bina Marga lagi dipacu, Tata Air juga dipacu, Pendidikan dipacu. Lagi dipacu terus,” kata Saefullah di Balaikota DKI, Jakarta Pusat, Kamis (8/11/2018).

Dari informasi yang didapat, Dinas Bina Marga penyerapannya juga masih cukup rendah yakni hanya 42,7 persen dari total anggaran 3,6 triliun rupiah atau senilai 1,5 triliun rupiah.

Saefullah menyatakan penyerapan rendah salah satunya karena efisiensi program dan waktu. Selain itu, gagalnya lelang ada juga karena beberapa faktor diantaranya gagalnya kontrak.

“Kendala banyak, diantaranya efisiensi pasti, kemudian ada beberapa yang gagal lelang. Nah, gagal lelang itu juga sebabnya banyak, ada penyedianya, ada gagal kontrak, ada juga penyedianya tidak bisa menyediakan spek yang ditentukan,” ujarnya.

Saefullah mencontohkan Dinas Pemadam Kebakaran yang ingin mengadakan 5 mobil tangki dan 1 mobil yang spesifikasinya sangat khusus. Adapula, mobil dua tangki yang berisi tangki air, ada tangki busa.

“Jadi karena itu terlalu berat nggak lengkap, ternyata speknya tidak bisa dipenuhi. Jadi gagal lelang,” tutur dia.

Untuk diketahui, mendekati tutup tahun penyerapan anggaran Pemprov DKI Jakarta terbilang masih rendah, yakni baru 53,78 persen dari total APBD 83,26 triliun rupiah. Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) justru lebih rendah penyerapannya yakni baru 19 persen dari 2,9 triliun rupiah atau baru 553 miliar rupiah.

Selain itu SKPD, yang penyerapannya masih di bawah 50 persen, yakni Dinas Pemuda dan Olahraga yang baru menyerap 40,5 persen dari total anggaran 743 miliar rupiah atau 301 miliar rupiah. Kemudian RSUD Cengkareng baru 43 persen dari 647 miliar rupiah atau baru 242 miliar rupiah.

Editor: Risman Septian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here