Serapan BerasTurun, Bulog Tetap Optimis Stok Beras Cukup

Ilustrasi beras BULOG

Jakarta, PONTAS.ID – Tingkat penyerapan beras produksi petani secara nasional saat ini menurun dibandingkan sebelumnya karena faktor harga yang tinggi dan panen mulai berkurang. Namun Bulog tetap optimistis stok yang ada masih cukup memadai untuk memenuhi kebutuhan penyaluran, termasuk daerah-daerah yang dilanda bencana alam.

“Pengadaan beras secara nasional memang mengalami penurunan drastis akibat berbagai faktor penyebab. Kalau sebelumnya penyerapan bisa 100 ribu ton setiap hari, kini turun dibawah 100 ribu ton per hari,” kata Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog, Tri Wahyudi Saleh di Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (19/10/2018).

Menurut dia, penurunan penyerapan beras petani di daerah-daerah selain karena faktor harga yang tinggi, juga karena panen mulai berkurang.

Meski demikian, Tri menjamin stok beras yang masih dikuasai pemerintah secara nasional cukup memadai. Termasuk di Sulteng, Bulog masih punya stok beras di gudang sebanyak 12.000 sampai 13.000 ton. Secara nasional, Perum Bulog masih memiliki persediaan beras di gudang dan tesebar di seluruh Indonesia hingga saat ini mencapai hampir 2,5 juta ton.

“Masyarakat, termasuk di Sulteng yang mengalami bencana alam tidak usah khawatir, sebab stok beras di Bulog dalam jumlah memadai,” janji Tri.

Sementara itu, Kepala Bulog Sulteng, Khozin mengatakan beberapa bagian gudang beras di Kelurahan Tondo Palu mengalami kerusakan berat sehingga perlu segera mendapat perbaikan. Ia menjelaskan saat gempa mengguncang Kota Palu, tumpukan beras roboh dan menerpa dinding gudang dan beberapa bagian dinding mengalami kerusakan.

“Kerusakan tersebut sudah disampaikan ke pusat,” ujar Khozin. “Meski bencana alam melanda Palu dan tiga kabupaten di Sulteng, tetapi pengadaan beras tetap berjalan. Walau selama pasca bencana alam ini terhenti sementara,” tambahnya.

Dia berharap dalam beberapa waktu ke depan, Bulog sudah bisa menyerap lagi untuk memenuhi target pengadaan yang telah ditetapkan. Sulteng ditargetkan menyerap 15.000 ton beras petani dan telah terealisasi baru sekitar 13.000 ton

Editor: Idul HM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here