Peluru Nyasar ke DPR, Pemprov DKI Segera Kaji Perubahan Tata Ruang

Jakarta, PONTAS.ID – Pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bakal segera mengkaji untuk melakukan perubahan tata ruang kota, termasuk pemindahan arena lapangan tembak Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Indonesia (Perbakin) di Senayan, Jakarta Pusat.

Demikian disampaikan oleh Gubernur DKI, Anies Baswedan dalam menanggapi peristiwa peluru nyasar yang menerjang Gedung DPR RI, Senin (15/10/2018) sekitar pukul 14.20 WIB. Pasalnya, pada 2019 mendatang Pemprov DKI memang akan merevisi tata ruang dan wilayah kota.

“Kami akan cek secara tata ruang seperti apa, karena 2019 besok adalah tahun di mana kami melakukan revisi atas rencana tata ruang dan wilayah (RTRW), dan pada saat itulah kami bisa melakukan perubahan-perubahan,” kata Anies di Jakarta Selatan (Jaksel), Rabu (17/10/2018).

Dia lantas mengungkapkan, bahwa di dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2014 tentang Rencana Detil Tata Ruang dan Peraturan Zonasi, arena lapangan tembak Perbakin yang berada di Senayan tersebut termasuk zona H2 atau zona taman kota/lingkungan.

“Oleh karena itu, keamanan jadi pertimbangan penting bagi tempat-tempat yang memiliki risiko tinggi seperti lapangan tembak. Dan itu bukan lokasi baru ya, artinya lokasi sudah lama,” ujar pria yang merupakan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) ini.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah juga meminta agar lapangan tembak tersebut dipindah dari tempat keramaian seperti yang ada saat ini dikawasan sekitar kompleks parlemen. Menurutnya, lingkungan parlemen harus bebas dari simbol-simbol kekerasan dan ancaman.

“Karena itu tak boleh ada senjata jenis apapun yang bisa masuk ke gedung parlemen ini,” kata Fahri Hamzah dalam diskusi bertajuk ‘Regulasi Kepemilikan senjata, Antara Olahraga dan Petaka?’ yang digelar di Ruang Media Center, Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (16/10/2018).

Fahri beralasan, DPR ini hanya bermodal kata-kata. Maka tak boleh ada tekanan dari siapapun dalam pembicaraan konstitusi, anggaran, dan pengawasan. Maka dari itu, harus ada design tata kelola sistem kawasan, keamanan gedung parlemen ini sebagai alur demokrasi.

“Tolong Gubernur Anies Baswedan, pikirkan untuk mengelola tata kota Jakarta ini. Lapangan latihan menembak itu harus jauh dari keramaian masyarakat. Kecuali bakso Senayan, itu tak boleh dugusur karena UKM itu harus didukung,” ungkap politikus asal PKS ini.

Editor: Risman Septian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here