Jonan: Pemerintah Terus Dorong Pemanfaatan B20 Hingga 100 Persen

Bandung, PONTAS.ID – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan mengungkapkan bahwa pihaknya masih terus mendorong pemanfaatan Biodiesel sebesar 20 persen (B-20) yang saat ini sudah berjalan sekitar 65 persen di tanah air.

“Progressnya kira-kira mungkin sekitar 60-65 persen sampai minggu lalu. Harapannya memang pelan-pelan harus bisa 100 persen. Ini kita akan dorong terus,” kata Jonan usai menjadi pembicara di Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Rabu (17/10/2018).

Menurut Jonan, saat ini B-20 juga sudah diterapkan untuk biodiesel yang tidak termasuk Public Service Obligation (PSO).

“Progress B-20 sekarang jalan, karena sebelumnya penerapannya sudah 2 tahun, kira-kira itu adalah untuk yang PSO. Sekarang dicampur, termasuk yang non-PSO untuk gasoil yang Cetane Numbernya 48. Jumlahnya 14,5 juta kilo liter setahun,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Jonan juga mendukung konversi bahan bakar minyak menjadi bahan bakar yang ramah lingkungan. Harapannya konversi ini dapat dilaksanakan secepatnya.

“Kami sendiri prinsipnya mendukung kalau BBM di Indonesia diubah secepat-cepatnya menjadi bahan bakar yang ramah lingkungan,” tutur dia.

Jonan menegaskan konversi BBM menjadi bahan bakar yang ramah lingkungan tersebut harus menggunakan bahan bakar dari energi terbarukan, seperti kelapa sawit.

“Kalau ramah lingkungan, mungkin tidak bisa menggunakan bahan bakar fosil sepanjang masa. Tapi harus menggunakan bahan bakar yang renewable, yang bisa terbarukan, misal dari kelapa sawit, dan sebagainya, itu prinsipnya,” imbuhnya.

Pasalnya, menurut Jonan, tidak mudah untuk meningkatkan produksi minyak bumi, sementara konsumsi BBM bertambah. Jarak antara produksi dan konsumsi BBM tersebut harus ditutup oleh bahan bakar nabati.

“Produksi minyak bumi itu makin lama tidak mudah untuk makin naik, padahal konsumsi bahan bakar kita di kendaraan-kendaraan bermotor makin tinggi. Nah ini, gap (selisih antara produksi dan konsumsi) ini harus ditutup. Paling kurang ditutup dengan misalnya green diesel, atau green gasoline, dan sebagainya,” tukas Jonan.

Editor: Risman Septian

Previous articlePeluru Nyasar ke DPR, Pemprov DKI Segera Kaji Perubahan Tata Ruang
Next articleAnies Jawab Kritikan Prasetio Soal Skybridge Tanah Abang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here