Suap Anggota Dewan, KPK Tahan Bos PT BLEM

Jakarta, PONTAS.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan SMT pemilik Perusahaan PT Borneo Lumbung Energi dan Metal (PT BLEM), Selasa (6/4/2021).

Deputi Penindakan KPK, Karyoto mengungkapkan, bahwa tim penyidik KPK sebelumnya melakukan penangkapan terhadap SMT, pada Senin (5/4/2021).

Tambahnya, Setelah dilakukan pemeriksaan SMT di tetapkan sebagai tersangka dugaan suap dalam pengembangan perkara dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) dalam kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau 1.

“Tersangka ditahan terhitung sejak tanggal 6 april 2021 sampai dengan 25 april 2021,” jelas Karyoto dalam konferensi Pers di gedung Merah Putih KPK.

SMT ditahan di Rumah Tahanan KPK Gedung Merah Putih, Jakarta Selatan.

“Sebelum menjalani proses penahanan, tersangka akan terlebih dahulu dilakukan Isolasi mandiri selama 14 hari di Rutan KPK Cabang Kavling C1,” ucap Karyoto.

Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri mengatakan, tim penyidik KPK berhasil menangkap SMT yang sebelumnya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Jakarta, pada Senin (5/4/2021).

Dalam kasus ini, SMT diduga memberikan uang sejumlah Rp.5 miliar kepada Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih.

Uang tersebut diduga terkait terkait terminasi Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B).

Perjanjian itu antara PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT) dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

SMT disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Penulis: Fajar Adi Saputra
Editor: Pahala Simanjuntak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here