Jalin Silaturahmi, Ma’ruf Amin Temui 3 Tokoh Ponpes Al Munawwir Krapyak

Jakarta, PONTAS.ID – Calon Wakil Presiden RI nomor urut 01, KH Ma’ruf Amin menyelesaikan silaturahminya ke tiga tokoh di Pondok Pesantren Al Munawwir Krapyak, Yogyakarta, Minggu (14/10/2018).

Yang pertama dikunjungi Kiai Ma’ruf adalah KH Atabik Ali, Ketua Yayasan Ali Maksum, yang sedang sakit.

“Beliau itu menerima saya dengan sangat terharu. Beliau kawan saya dan dulu seangkatan dengan saya. Sering bertemu dalam perbincangan-perbincangan. Halaqah-halaqah keagamaan dengan teman-teman yang lain,” kata Kiai Ma’ruf, melalui keterangan resminya.

Di dalam silaturahmi keduanya, Kiai Ma’ruf Amin mendoakan sang sahabat agar segera pulih kesehatannya.

Setelah itu, Kiai Ma’ruf bersilaturahmi ke kediaman Nyai Ida Zainal Abidin, yang terletak tak sampai 100 meter dari kediaman Kiai Atabik di Kompleks Ponpes Krapyak.

Nyai Ida diteman oleh Nyai Warsun ketika menerima Kiai Ma’ruf dan Istri, Nyai Wuri Estu Handayani.

Nyai Ida adalah istri dari KH Zainal Abidin Munawwir, sesepuh di Ponpes Krapyak. Ketika masih hidup, Kiai Ma’ruf mengaku Kiai Zainal sering halaqah dengan dirinya. Sementara Nyai Ida banyak berhubungan dengannya dalam aspek pengembangan ekonomi syariah.

“Terutama soal bank syariah,” kata Kiai Ma’ruf, yang juga Ketua Dewan Pembina Masyarakat Ekonomi Syariah.

Terakhir, Kiai Ma’ruf bersilaturahmi ke kediaman cucu pendiri Ponpes Krapyak KH Al Munawwir. Yakni KH Najib Abdul Qodir.

“Beliau ini adalah salah seorang Rais Syuriah di PB NU. Jadi saya bertemu dengan sahabat saya, kolega saya, dengan pengasuh pondok pesantren,” kata Kiai Ma’ruf, yang juga pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawi, Serang, Banten itu.

Ketika oleh wartawan ditanyakan apakah dirinya tak takut disemprit oleh Bawaslu karena berkunjung ke pesantren, Kiai Ma’ruf mengatakan dirinya hanya bersilaturahmi. Dan di dalam silaturahmi itu tidak ada kampanye.

Dia menambahkan, dirinya memahami bahwa seorang capres-cawapres memang tak boleh berkampanye di institusi pendidikan, termasuk pesantren.

“Ya tak apa-apa kalau bukan kampanye. Kalau silaturahim kan enggak apa-apa. Maka saya kan enggak pernah kampanye di pesantren. Tapi saya selalu silaturahim,” ujar Kiai Ma’ruf.

Penulis: Stevanny Andriani
Editor: Pahala Simanjuntak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here