Gerindra dan ACTA Ogah Bela Ratna Sarumpaet

Ratna Sarumpaet tiba di Mapolda Metro Jaya (ist)

Jakarta, PONTAS.ID – Partai Gerindra menegaskan tidak akan memberi bantuan hukum kepada Ratna Sarumpaet soal kasus hoaks menjeratnya.

Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade menyatakan, kubu Prabowo-Sandi

Andre mengapresiasi langkah aparat kepolisian yang menangkap Ratna saat hendak berangkat ke Chile.

“Perbuatan Ratna mesti dipertanggungjawabkan di hadapan rakyat Indonesia,” kata Andre di Jakarta, Jumat (5/10/2018).

Untuk itu, Andre menegaskan, kubu pasangan Prabowo-Sandi sangat mendukung kinerja aparat Kepolisian untuk menuntaskan kasus tersebut.

“Penangkapan itu saya kira bagian dari proses hukum,” imbuhnya.

Hal senada juga dikatakan Ketua Dewan Pembina Advokat Cinta Tanah Air (ACTA), Habiburokhman menyatakan tak akan membela dan mendampingi aktivis Ratna Sarumpaet dalam menjalani proses hukum di kepolisian terkait penyebaran kabar bohong atau hoaks soal penganiayaan. “Tidak,” kata Habiburokhman yang juga Ketua bidang Hukum DPP Partai Gerindra itu kepada CNNIndonesia.com, Jumat (5/10).

Hal ini berbeda dengan langkah ACTA pada Selasa (2/10) lalu yang mengatakan akan menginvestigasi dugaan penganiayaan terhadap Ratna. Dia menilai, dugaan penganiayaan itu karena berkaitan dengan sikap kritis Ratna selama ini. Ketika itu, Habiburokhman menyebut, Ratna mengalami trauma sehingga belum mau lapor polisi.

“Kami justru khawatir kejadian yang menimpa beliau erat kaitannya dengan sikap beliau yang kritis. Namun untuk kejelasan kami akan melakukan investigasi serius,” kata Habiburokhman.

Namun pada Rabu (3/10), Ratna mengakui penganiayaan itu bohong. Dia mengatakan habis operasi sedot lemak yang membuat wajahnya seperti lebam.

Dia juga mengakui telah membohongi Prabowo dan sejumlah politisi di Timses Prabowo-Sandiaga.

Sebelumnya, Ratna Sarumpaet ditangkap polisi di dalam pesawat saat hendak terbang ke Chile, di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Cengkareng, Banten, Kamis (4/10/2018).

Ratna mengaku seharusnya hari ini dirinya terbang ke Chile.

“Ya. Saya schedule-nya hari ini harus berangkat ke Chile,” kata Ratna saat dihubungi, Kamis (4/10/2018).

Ratna mengaku dibawa petugas Imigrasi. Petugas menyebut Ratna tidak diperbolehkan keluar dari Indonesia.

“Saya sudah duduk di pesawat, terus saya dikeluarin oleh Imigrasi,” ujarnya.

Dia mengaku terbang ke Chile untuk menghadiri acara konferensi penulis naskah teater internasional. Dia akan menjadi pembicara di forum itu.

“Saya akan membuka, memberikan keynote atau pidato kebudayaan dalam sebuah konferensi penulis naskah teater internasional,” tuturnya

Previous articlePemerintah Tambah Alat Berat Tangani Bencana Palu-Donggala
Next articleRatna Sarumpaet Bohong, Budiman: Skenario Pilpres AS