Prabowo Minta Maaf ke Publik Atas Kebohongan Ratna Sarumpaet

Prabowo Jumpa Pers bersama Sandiaga dan Amien Rais soal Kebohongan Ratna Sarumpaet (ist)

Jakarta, PONTAS.ID – Capres Prabowo Subianto meminta maaf karena ikut mengabarkan atas penganiayaan telah terjadi kepada Ratna Sarumpaet. Ternyata pengakuan Ratna itu bohong belaka.

“Saya atas nama pribadi dan sebagai pimpinan dari tim kami ini, saya minta maaf ke publik bahwa saya telah ikut menyuarakan sesuatu yang belum diyakini kebenarannya,” kata Prabowo di kediamannya, Jl Kertanegara.

Prabowo menceritakan bagaimana awalnya Ratna Sarumpaet mengaku dianiaya. Dia juga melihat wajah Ratna bengkak.

“Akibat itu, kami merasa sangat terusik, sangat prihatin,” ucapnya.

Oleh sebab itu, semalam Prabowo sempat menggelar jumpa pers soal kondisi Ratna. Hari ini Ratna mengakui bohong dan meminta maaf.

“Akhirnya hari ini Ibu Ratna menelepon tim kami, minta maaf. Memberi surat kepada saya, minta maaf,” ujar Prabowo.

Bersih-bersih Internal

Disisi lain, Koordinator Jubir Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, pihaknya akan mengevaluasi kalangan internalnya. Evaluasi dilakukan karena terkuaknya kebohongan penganiayaan Ratna Sarumpaet.

“Yang jelas, tentu kita evaluasi bagi kami semua untuk memastikan tim ini bersih dari mereka-mereka yang mau merusak Prabowo-Sandiaga dari dalam,” kata Dhanil.

Dahnil menyebut semua pihak yang masuk ke BPN akan dievaluasi. Tujuannya untuk memastikan kubu Prabowo bersih dari penyusup.

“Dan kami akan men-screening lebih dalam ada-tidak penyusupan tim Prabowo ini. Kami akhirnya akan men-screening semua tim di sini, jangan sampai ada penyusupan yang kami tidak tahu,” terang Sandiaga.

Kubu Prabowo-Sandiaga memang ‘termakan’ oleh cerita Ratna yang mengaku dianiaya. Ratna mengaku dianiaya bukan hanya ke Prabowo, tapi juga kepada Ketua BPN Prabowo-Sandiaga, Djoko Santoso.

Namun, saat ditanya apakah yang dimaksud penyusup itu Ratna, Dahnil menjawab tidak tahu. “Kami tidak tahu, tapi yang jelas, faktanya, Ibu Ratna telah melakukan pembohongan ke kami semua,” ujar Dahnil.

Minta Maaf ke Prabowo

Ratna mengirimkan sepucuk surat permohonan maaf kepada Prabowo.

“Saya tidak mengerti harus menulis apa, selain mohon maaf padamu, pada rakyat Indonesia, pada Allah SWT,” demikian kutipan dalam surat Ratna kepada Prabowo yang ia tuliskan hari ini, Rabu (3/10/2018).

Berikut isi surat yang dituliskan Ratna untuk Prabowo:

Dear Pak Prabowo yang saya hormati

Saya mohon ampun,
Saya mohon maaf,
Saya tidak mengerti bagaimana orang yang saya hormati, yang saya harapkan dan perjuangkan mampu/menyelamatkan RI, saya lukai, kecuali memohon maaf. Saya tidak mengerti dalam perjuangan yang saya rintis jatuh-bangun, saya seret ke ambang bahaya. Saya tidak mengerti harus menulis apa, selain mohon maaf padamu, pada rakyat Indonesia, pada Allah SWT.

Jakarta, 3 Oktober 2018

tertanda

Ratna Sarumpaet

Sebelumnya diberitakan Ratna Sarumpaet mengaku merekayasa kabar penganiayaan dirinya di Bandung. Ratna meminta maaf kepada banyak pihak, termasuk kepada pihak yang selama ini dikritiknya.

“Saya juga meminta maaf kepada semua pihak yang selama ini mungkin dengan suara keras saya kritik dan kali ini berbalik ke saya. Kali ini saya pencipta hoaks terbaik ternyata, menghebohkan semua negeri. Mari kita semua mengambil pelajaran, bangsa kita dalam keadaan tidak baik. Segala sesuatu yang kita hebohkan, segala sesuatu yang tidak penting mari kita hentikan,” kata Ratna dalam jumpa pers, Rabu (3/10/2018).

Ratna mengaku berbohong soal penganiayaan dirinya saat bertemu dengan sejumlah orang, di antaranya Prabowo Subianto, Fadli Zon, dan Amien Rais. Dia meminta maaf karena sudah menciptakan kegaduhan terkait kabar penganiayaan.

Ratna mengakui, pada 21 September 2018, dirinya menemui dokter bedah plastik di Jakarta. Ratna mengaku menjalani sedot lemak di pipi.

“Itu yang yang terjadi itulah yang terjadi, jadi tidak ada penganiayaan itu hanya cerita khayalan yang diberikan setan mana ke saya dan berkembang,” kata Ratna terbata-bata.

Polisi sebelumnya menegaskan fakta temuan penyelidikan berbeda dengan informasi yang disampaikan pihak terkait Ratna Sarumpaet. Pertama, Ratna menurut polisi berada di RS Bina Estetika, Menteng, Jakpus, pada Jumat (21/9), bukan berada di Bandung, yang disebut jadi lokasi penganiayaan.

“Fakta yang didapat, 21 September jam 5 sore sudah masuk di rumah sakit di Bina Estetika,” kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta dalam jumpa pers, Rabu (3/10/2018).

Fakta kedua, polisi mengecek pernyataan yang dikutip media soal kegiatan internasional yang diikuti Ratna beberapa saat sebelum terjadinya penganiayaan.

“Kalau tadi merujuk kepada pemberitaan Ibu Ratna Sarumpaet berada di Bandung pada tanggal 21 September bersama dua orang rekannya dari konferensi internasional dan sudah kami cek tidak ada konferensi internasional,” sambung Nico.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here