Buka Celebrity Culture Fest, Menpar Sampaikan Strategi Wiskul Indonesia

Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya bersama para selebriti pemilik usaha fashion dan kuliner di acara Celebrity Culture Fest 2018 di Mall Kota Kasablanka, Jakarta Selatan. (dok: Kemenpar)

Jakarta, PONTAS.ID – Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya membuka Celebrity Culture Fest yang merupakan rangkaian Wonderful Indonesia Culinary & Shopping Festival 2018 di Mall Kota Kasablanka, Jakarta Selatan (Jaksel).

Dalam acara ini para selebriti yang memiliki usaha di bidang fashion dan kuliner untuk membantu mempromosikan produk khas Indonesia seperti Jessica Iskandar, Nia Ramadani, Indra Bekti, Vina Panduwinata, Chintami Atmanegara, Delia, Kiki Amalia, Haikal Kamil, Tantri Namira, dan Nunu Datau.

Dalam sambutannya, Arief mengatakan bahwa wisata kuliner (wiskul) memberikan kontribusi tertinggi bagi PDB Ekonomi Kreatif.

“Yang pertama itu kuliner 42 persen, yang kedua fashion 18 persen, dan ketiga kriya 15 persen yang masuk dalam kategori Belanja. Wisatawan mengeluarkan 30 persen sampai 40 persen dari total pengeluaran mereka untuk kuliner dan belanja,” kata Arief dalam siaran pers Kemenpar, Rabu (3/10/2018).

Arief juga kembali menegaskan strategi pengembangan wisata kuliner untuk menjadikan Indonesia destinasi unggulan. Yang pertama, menetapkan National Foods yang sudah populer di media massa dunia seperti CNN Survey yaitu soto, rendang, nasi goreng, sate, dan gado-gado.

Yang kedua, menetapkan destinasi wisata kuliner. Saat ini Bali, Joglosemar, dan Bandung sedang didorong untuk menjadi destinasi gastronomi standar UNWTO.

“Saya ingin tahun 2018 Bali sudah menjadi destinasi kuliner sesuai UNWTO, kemudian tahun 2019 Bandung dan Joglosemar bisa meng-copy Bali,” ujar Arief.

Yang ketiga, Kemenpar akan melakukan co-branding dengan restoran Indonesia Diaspora di mancanegara.

“Kita akan menggandeng 10 restoran diaspora di mancanegara untuk melakukan co-branding Wonderful Indonesia,” tutur Arief.

Untuk wisata belanja, dia menyampaikan bahwa wisata belanja untuk wisman juga masih memiliki hambatan, salah satunya regulasi tax refund yang hingga saat ini nilai transkasinya terlalu tinggi dan jumlah pemohon masih rendah.

Tindak lanjutnya, tanggal 3 Oktober 2018 akan diadakan Focus Group Discussion (FGD) oleh Kemenkeu tentang Peningkatan Pelayanan Pengembalian PPN Barang Bawaan Orang Pribadi Pemegang Paspor Luar Negeri (VAT Refund), yang membahas mengenai aturan tax refund agar lebih simple dan mudah.

Editor: Risman Septian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here