Jakarta, PONTAS.ID – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bakal mengajukan dua nama kepada pihak DPRD DKI Jakarta, sebagai calon wakil gubernur (cawagub) DKI yang baru pengganti Sandiaga Salahuddin Uno yang mengundurkan diri beberapa waktu yang lalu.
Ketua Fraksi PKS DPRD DKI, Abdurrahman Suhaimi menjelaskan bahwa pengajuan dua nama tersebut akan dilakukan, setelah Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Prabowo Subianto menyepakati kursi DKI 2 diberikan kepada PKS.
PKS, tambah Suhaimi, telah melakukan kordinasi dengan Prabowo. Dari hasil koordinasi tersebut telah menemukan titik terang, dimana Prabowo dan pimpinan PKS sepakat akan memberikan nama Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto untuk maju menjadi cawagub DKI.
“Ya seperti di media dikatakan oleh Pak Presiden partai. Di media kami juga sudah dengar beliau sudah komunikasi dengan Pak Prabowo dan beliau menyatakan itu PKS. Sudah clear, sepakat,” kata Suhaimi kepada wartawan di Jakarta, Rabu (3/10/2018).
Suhaimi pun mengklaim telah melakukan komunikasi politik terkait penyerahan nama cawagub ke Gubernur DKI, Anies Baswedan beberapa hari yang lalu. Untuk waktunya, Suhaimi masih belum memutuskan.
“Kami masih nunggu. Kami sifatnya menunggu hasil komunikasi di tingkat pusat baru nanti ditindak lanjuti ditingkat Dewan Pengurus Wilayah (DPW),” ujarnya.
Dalam prosesnya, Suhaimi menegaskan tidak ada kendala dalam lamanya penyerahan nama cawagub DKI. Namun, memang Suhaimi meminta berbagai pihak sabar, karena PKS sedang menunggu waktu yang tepat.
“Enggak ada kendala Insya Allah. Semuanya berjalan lancar, tinggal nunggu waktunya,” tutur dia.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra, Ahmad Muzani mengatakan bahwa Prabowo dan Ketua Majelis Syura PKS, Salim Segaf Al Jufri telah menyepakati sosok yang akan mengisi kursi wagub DKI yang ditinggalkan Sandiaga.
Muzani mengaku Prabowo dan Salim telah bertemu dan membahas masalah tersebut. Tentang siapa yang akan menjadi pengganti Sandiaga, dia mengatakan telah selesai.
“Pak Prabowo sudah bicara dengan Ustaz Salim beberapa waktu yang lalu. Sudah selesai masalahnya,” ucap Muzani di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (28/9/2018).
Saat ditegaskan apakah posisi wagub DKI benar akan diserahkan kepada PKS, Muzani hanya menjawab singkat. “Insyaallah,” singkatnya.
Dia mengaku belum mengetahui dengan jelas ujung cerita dari pertemuan itu.
Sementara Ketua Fraksi PKS DPR RI, Jazuli Juwaini pun menyatakan, masalah kursi wagub DKI sudah diselesaikan melalui Salim Segaf. Terkait manuver Ketua DPD Gerindra DKI, Mohammad Taufik, dia meyakini bahwa Wakil Ketua DPRD itu bakal tunduk kepada keputusan Prabowo.
“Tetapi saya yakin Pak Taufik akan tunduk dan taat kepada aturan yang ditetapkan atau kebijakan yang diambil oleh partai dan Pak Prabowo,” kata Muzani ditempat yang sama.
Menurut dia, Prabowo sejak awal sudah menandatangani kesepakatan dan memberikan instruksi agar kursi Wagub menjadi milik PKS.
“Artinya ini sebagai komitmen real-nya Pak Prabowo kepada PKS dan memang itu adalah hal yang telah disepakati sebelumnya,” tandas dia.
Editor: Risman Septian




























