Sulteng Dilanda Gempa, Menpar Yakinkan Daerah Lain Aman Dikunjungi Wisatawan

Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya.

Jakarta, PONTAS.ID – Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah-langkah untuk penanganan sektor pariwisata di Sulawesi Tengah (Sulteng), pasca gempa yang melanda tersebut beberapa hari yang lalu.

Namun untuk saat ini, pihak Kementerian Pariwisata (Kemenpar) katanya masih menunggu proses evakuasi dan tanggap darurat yang dilakukan pemerintah bersama beberapa pihak terkait disana.

Menurut Arief, bencana gempa tentunya akan berdampak pada tingkat kunjungan wisatawan. Tidak hanya ke kunjungan daerah lokasi bencana, tapi Indonesia secara keseluruhan.

Dia mencontohkan, misalnya seperti saat erupsi Gunung Agung di Bali, dimana dampak langsung ke Bali mencapai 500 ribu wisatawan, namun secara nasional juga mencapai 500 ribu wisatawan.

Begitu juga saat gempa Lombok, dampak yang langsung kunjungan wisatawan ke Lombok mencapai 10 ribu, namun secara nasional mencapai 100 ribu wisatawan yang membatalkan perjalanannya ke Indonesia.

“Itu bisa dimengerti, karena wisatawan tidak tahu dimana lokasi Bali atau Lombok. Tapi yang mereka tahu adalah Indonesia,” kata Arief dalam siaran pers Kemenpar yang diterima oleh wartawan di Jakarta, Selasa (2/10/2018).

Terkait dengan Travel Advisory yang dikeluarkan sejumlah negara, Arief juga menilai bahwa itu adalah hal yang wajar bila banyak negara mengeluarkan peringatan jika terjadi satu bencana di satu negara.

“Kita menghargai negara-negara yang keluarkan travel advisory dan kita memang berkewajian untuk tidak mempromosikan destinasi yang terkena bencana. Sama sekali kita drop semua terkait promosi,” ujarnya.

Arief hanya bisa memastikan, bahwa selain Palu dan Donggala yang menjadi lokasi bencana saat ini, destinasi lain di Indonesia aman untuk dikunjungi.

“Pulau Jawa secara umum, Bali aman dan silakan ke Indonesia. Wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia dan Indonesia rata-rata 1,5 juta tiap bulannya,” imbuh dia.

Sementara Ketua Tourism Crisis Center (TCC) Kemenpar, Guntur Sakti mengatakan bahwa dalam fase tanggap darurat ini pihaknya memberikan layanan informasi yang dibutuhkan ke semua pihak, baik terhadap media maupun terhadap sejumlah negara melalui perwakilan VITO di luar negeri yang membutuhkan holding statement dan official statement.

“Semua layanan informasi diberikan ke semua pihak sejak tanggal 28 September malam,” ucap Guntur yang juga Kepala Biro Komunikasi Publik Kemenpar.

Informasi yang disampaikan, jelas Guntur, adalah berdasarkan pusat informasi yang ditunjuk pemerintah. Dalam hal ini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait korban dan juga Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Saat ini dari Kemenpar telah menugaskan dari zonasi terdekat dengan Palu, yaitu Poltekpar Makassar. Mereka melakukan observasi, kedua memastikan apakah korban yang berada di semua amenitas terutama hotel-hotel untuk kita minta data,” tukas Guntur.

Editor: Risman Septian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here