Jakarta, PONTAS.ID – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) nampaknya sangat serius di dalam menggarap pasar wisatawan milenial, dengan menggandeng perusahaan aplikasi jaringan sosial dan aplikasi video musik TikTok, untuk mengembangkan TikTok X Wonderful Indonesia.
Tenaga Ahli Kemenpar Bidang Manajemen Strategis, Priyantono Rudito mengatakan bahwa sebagai bentuk promosi wisata era Tourism 4.0, pihaknya memang sengaja meluncurkan Tiktok X Wonderful Indonesia untuk menarik minat kaum milenial, serta mempromosikan wisata dengan cara yang unik dan kreatif.
Dalam acara peluncuran “TikTok X Wonderful Indonesia’ yang digelar di Ballroom Hotel Pullman, Thamrin, Jakarta, Priyantono menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah nyata Kemenpar untuk menguasai pasar milenial.
“Ini adalah salah satu langkah strategis kemenpar untuk menguasai pasar milenial, Hal ini dikarenakan 50 persen wisman yang datang ke Indonesia adalah milenial,” kata Priyantono dalam siaran pers Kemenpar, Selasa (7/5/2019).
Ditambahkannya, pariwisata Indonesia semakin berkembang di tengah kemajuan teknologi informasi. Hal ini bisa memberikan inspirasi kepada generasi milenial untuk mengambil bagian dalam membantu mempromosikan pariwisata melalu media sosial.
“Media sosial itu sudah seperti kebutuhan millenial karena karakteristik mereka yang selalu ingin diakui (Esteem Needs). Dan milenial adalah masa depan pariwisata Indonesia, Who Wins the Future, Wins The Game,” ujarnya.
Priyantono menambahkan, kerja sama ini adalah implementasi kebijakan Kementerian Pariwisata yang serba digital melalui Tourism 4.0.
“Saat ini semua serba digital. Hingga, muncul istilah Tourism 4.0, ini adalah pariwisata untuk milenial yang memang seluruh aspek hidupnya sudah tergantung pada digital. Intinya, milenial menuntut adanya pengalaman digital dari setiap titik di dalam pengalaman konsumen mereka,” tutur dia.
Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya membenarkan jika milenial sangat seksi untuk digandeng.
“Generasi milenial semakin tumbuh positif setiap tahun. Hal ini tidak terlepas dari pesatnya dunia digital. Karakter milenial adalah esteem needs. Mereka butuh media untuk mengaktualisasi diri. Dan di tahun-tahun mendatang kaum milenial akan menguasai pariwisata. Pangsa ini yang coba kita rebut,” imbuhnya.
Penulis: Risman Septian
Editor: Stevanny




























