Pemprov DKI Stop Bangun Rusun

Rususn Jati Rawasari, (foto: Ist).

Jakarta, PONTAS.ID – Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Saefullah memastikan tidak ada pembangunan rumah susun pada akhir 2018. Alasannya pembangunan rumah susun harus dilakukan dengan dana multi-years, bukan single years.

Ia pun menyalahkan mantan Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Agustino Darmawan yang merencanakan pembangunan rumah susun dengan pendanaan satu tahun berjalan. Agustiono dipecat Gubernur DKI Anies Baswedan dari jabatannya itu pada Juni lalu.

“Dulu, Pak Agustiono itu salah perencanaan. Semestinya dilakukan multi-years karena pembangunan rusun tidak bisa dilakukan dalam satu tahun. Lebih baik multi-years sehingga jika ada kegagalan konstruksi bisa minta pertanggungjawaban.” tegas Saefullah.

Beberapa waktu lalu, Dinas Perumahan dan Permukiman mencoret anggaran pembangunan tiga rusun, yakni Rusun Jalan Inspeksi KBT di Kelurahan Ujung Menteng, Rusun PIK Pulo Gadung, dan revitalisasi pembangunan Rusun Karang Anyar, di Jakarta Pusat.

Editor: Idul HM

Previous articleJokowi Harus Stop Pembangunan PLTSa Sunter Jakarta
Next articleDivestasi Freeport Diingantkan Jangan Seperti Newmont

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here