Pemprov DKI Hentikan Pengerjaan Reklamasi di Teluk Utara Jakarta

Jakarta, PONTAS.ID – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengungkapkan bahwa pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI telah resmi mencabut izin prinsip pulau reklamasi di Teluk Utara Jakarta, dan menghentikan pengerjaannya pada 13 pulau itu.

Sementara tiga pulau lainnya yang telah selesai dikerjakan, kata Anies dipastikan akan dikelola untuk kepentingan masyarakat. Hal pencabutan dilakukan setelah mendapatkan rekomendasi dari Badan Koordinasi Pengelolaan Pantai Utara (BKP-Pantura).

“Jadi dari hasil rekomendasi (BKP-Pantura), kami pastikan 13 pulau yang belum dibangun akan dihentikan pengerjaannya,” kata Anies di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (26/9/2018).

Adapun 13 pulau yang masih belum dibangun adalah Pulau A, B, dan E (PT. Kapuk Naga Indah), Pulau I, J, dan K (PT. Pembangunan Jaya Ancol), Pulau M (PT. Manggala Krida Yudha), Pulau O dan F (PT. Jakarta Propertindo), Pulau P dan Q (KEK Marunda Jakarta), Pulau H (PT. Taman Harapan Indah), dan Pulau I (PT. Jaladri Kartika Pakci).

Dalam penghentian reklamasi, Anies pun akan memulainya dengan pengiriman surat pencabutan persetujuan prinsip dan pembatalan surat perjanjian kerjasamanya kepada pihak pengembang.

Lalu adapula perhitungan nilai ekonomis dari kewajiban, kontribusi tambahan, dan kontribusi yang sudah dilaksanakan oleh mitra melalui jasa penilai independen.

“Bagi pengembang yang sudah memberikan kontribusi tambahan seperti rumah susun, jalan inspeksi, dan sarana prasarana lain, akan diberikan kompensasi berupa konversi dengan Surat Izin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT) atas kegiatan usaha yang dilakukan di lokasi lain,” terang Anies.

Para pemegang izin prinsip dinilai Anies tidak memenuhi kewajiban-kewajiban perizinan yang dipersyaratkan, contohnya design, amdal, dan lain sebagainya. Sampai proses verifikasi dilakukan, izin prinsip dibiarkan vakum oleh pemegang izin.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini tengah mempersiapkan langkah-langkah untuk memulihkan kawasan Pantai Utara Jakarta, peningkatan sambungan pipa air bersih dan pengelolaan air limbah serta sungai yang masih jadi masalah di Teluk Jakarta saat ini.

Editor: Risman Septian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here