Anies Tak Masalah Anggaran OK OCE Dicoret

Jakarta, PONTAS.ID – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengaku tak masalah dengan keputusan dari Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI, yang mencoret anggaran untuk pelatihan dan uji kompetensi pendamping One Kecamatan One Center Entrepreneurship (OK OCE).

Sebab, tegas dia, OK OCE merupakan program atau gerakan yang berasal dari rakyat, dilakukan oleh rakyat, dan hasilnya pun untuk rakyat. Maka dari itu pencoretan anggaran tersebut dikatakan tidak berpengaruh terhadap gerakan ini. Kata dia, OK OCE akan tetap berjalan kedepannya.

“Tidak masalah ini adalah sebuah gerakan. Gerakan itu memang nature-nya ada di rakyat oleh rakyat, negara fasilitator aja,” kata Anies saat ditemui oleh wartawan di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat (Jakpus), Rabu (19/9/2018).

Sementara itu Ketua Pergerakan OK OCE (PGO) Faransyah Jaya mengaku sedih dan juga sangat menyayangkan keputusan yang diambil DPRD DKI itu. Kendati begitu, pihaknya akan tetap melakukan pelatihan untuk pendampingan tanpa menafikan kompetensi pendamping OK OCE.

Mereka yang mendampingi lanjut Faran, telah melalui proses pelatihan selama tiga bulan. Sementara mereka yang belum cukup memiliki kompetensi dan kurang standarisasi, diperlukan sertifikasi sebagai pelengkapnya.

“Pendamping itu sudah kami latih setiap tiga bulan. Yang belum uji kompetensi, kurangnya standarisasi, harusnya pake sertifikasi. Dan itu butuh anggaran,” terang Faran.

Saat ini pihaknya melalui program OK OCE telah melatih 176 pendamping dengan pendistribusian empat orang per kecamatan. Kemudian di tingkat walikota ditempatkan empat orang untuk setiap lima wilayah.

Sebelumnya Banggar DPRD DKI menolak usul anggaran 3,9 miliar rupiah untuk pelatihan dan uji kompetensi pendamping OK OCE. Penolakan itu terjadi karena kegiatan tersebut karena tidak ada dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2018.

Editor: Risman Septian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here