Penataan Sungai DKI, Dinas Lingkungan Hidup Mulai Susun Rencana

Jakarta, PONTAS.ID – Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mulai menyusun rencana jangka panjang dan jangka pendek untuk mengatasi pencemaran yang terjadi di sejumlah sungai dan kali yang berada di wilayah Jakarta, termasuk juga Kali Ciliwung.

Wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI, Ali Maulana Hakim menjelaskan bahwa hal itu dilakukan pasca Gubernur DKI, Anies Baswedan memberi isyarat akan membereskan sungai dan kali di Jakarta. Dan katanya, draf perencanaan tersebut ditarget selesai pada bulan ini.

“Saya kira bulan September ini harus selesai roadmap-nya,” kata Ali saat ditemui oleh wartawan di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat (Jakpus), Jumat (14/9/2018).

Salah satu upaya yang akan dilakukan yakni seperti membangun instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) komunal di permukiman. Menurutnya, keberadaan IPAL sangat dibutuhkan dalam mengolah limbah yang selama ini dibuang ke 20 sungai .

Ada 20 sungai yang melintasi Jakarta yaitu Sungai Ciliwung, Cipinang, Angke, Mokevart, Grogol, Sunter, Krukut, Cengkareng, Buaran, Petukangan, Kali Baru, Banjir Kanal Timur, Cakung, Cideng, Mampang, Tarum Barat, Kamal, Pesanggrahan, Sungai Sepak, dan Blencong.

Ali menjelaskan IPAL komunal akan dibuat di masing-masing satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Seperti misalnya IPAL Komunal di pemukiman, maka Dinas Lingkungan Hidup DKI meminta Dinas Perumahan DKI membantu untuk membuat.

Namun, untuk membersihkan sungai yang melintasi Jakarta, Ali akan menelusuri penyebab dari kekeruhan air dan tingkat kelayakan air. Sehingga, menemukan akar permasalahan pihaknya akan fokus untuk menuntaskannya terlebih dahulu.

“Kalau IPAL terkait PD PAL dan Dinas SDA (Sumber Daya Air). Itu mereka yang buat. Tapi kita lihat dulu penyebabnya. Ternyata penyebabnya itu ada dari grey water, ada black water. Grey water itu dari rumah tinggal, sementara black water itu dari usaha-usaha skala rumahan,” ungkapnya.

Sebagai informasi, grey water adalah sisa air cucian, dapur, dan mandi. Grey water menyumbang 70 persen limbah di sungai. Sementara black water merupakan limbah tinja dan industri.

Ali menegaskan, bahwa Anies telah menargetkan angka pencemaran berat bisa turun hingga 30 persen. Maka dari itu, Dinas Lingkungan Hidup DKI pun akan terus berupaya menjaga tingkat pencemaran di sungai tidak naik.

Sebelumnya, Dalam kunjungan ke Korea Selatan (Korsel), Selasa (11/9/2018) kemarin, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyatakan harapannya terhadap Sungai Ciliwung di Jakarta, agar bisa menjadi bersih dan indah seperti Sungai Cheonggyecheon yang ada di Kota Seoul.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan langsung menanggapi bahwa dalam waktu dekat pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI akan segera mempersiapkan segala sesuatu yang memang dibutuhkan untuk membersihkan Sungai Ciliwung tersebut.

Dia lantas memaparkan, bahwa ada perubahan kondisi sungai yang signifikan dalam tiga tahun terakhir. Berdasarkan data yang didapatkan oleh Anies, dalam tiga tahun terakhir sungai-sungai di Jakarta memang mengalami pencemaran berat hingga sekitar 61 persen.

“(Sungai Ciliwung) Kita harus bereskan. Sungai yang tercemar ringan, dari 23 persen turun jadi 12 persen. Sungai yang tercemar sedang turun dari 44 persen tahun 2014 menjadi 17 persen di 2017. Tapi yang tercemar berat, dari 32 persen, jadi 61 persen,” kata Anies, Rabu (12/9/2018).

Editor: Risman Septian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here