LPG Subsidi Langka di Beberapa Kota, Begini Penjelasan Pertamina

Ilustrasi stok gas subsidi Elpiji 3 Kg

Jakarta, PONTAS.ID – Menanggapi maraknya pemberitaan mengenai ketersediaan LPG (Elpiji) subsidi 3 Kg, PT Pertamina (Persero) memastikan pasokan LPG, baik subsidi maupun non subsidi masih aman.

“Di akhir Agustus 2018, Pertamina telah menambahkan suplai LPG hingga rata-rata 4 persen di atas normal. Bahkan untuk wilayah yang mengalami lonjakan tinggi, Pertamina melakukan penambahan alokasi LPG 3 kg hingga 15 persen,” kata External Communicatoin Manager Pertamina Arya Dwi Paramita, seperti dilansir PERTAMINA.com, Minggu (2/9/2018).

Arya menambahkan, selama bulan Agustus, juga terjadi tren peningkatan permintaan di masyarakat untuk kebutuhan menjelang dan sesudah perayaan Idul Adha.

Selain meningkatnya permintaan untuk rumah tangga, Arya mengungkapkan kelangkaan LPG 3 kg di beberapa wilayah juga dipicu oleh meluasnya penggunaan LPG subsidi ini pada sektor yang tidak sesuai dengan ketentuan.

Menurutnya, saat ini semakin banyak penggunaan LPG 3 Kg oleh masyarakat mampu, termasuk usaha non mikro, bisnis laundry, dan pompa air untuk pertanian.

“Banyak konsumen LPG subsidi yang tidak tepat sasaran. Dan kami perlu mengingatkan kembali bahwa peruntukan LPG 3 kg hanya untuk masyarakat miskin, usaha mikro dan kapal nelayan kecil,”tegasnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, lanjut Arya, Pertamina telah berupaya menambah suplai di luar alokasi normal dan menggelar operasi pasar dan pasar murah bekerjasama dengan Pemerintah Daerah setempat.

Bahkan untuk beberapa daerah, Pemda secara agresif menggelar sidak kepada usaha-usaha yang seharusnya tidak menggunakan LPG 3 kg dan mengalihkan penggunaannya ke Bright Gas 5.5 kg.

Pertamina menambahkan masyarakat bisa mendapatkan LPG 3 kg di beberapa jaringan distribusi seperti di pangkalan resmi Pertamina dan SPBU.

Masyarakat lanjut Arya, apabila menemukan indikasi penimbunan LPG 3 kg, ataupun kelangkaan di wilayahnya agar dapat melaporkan kepada Contact Pertamina di 1 500 000 atau lewat twitter Pertamina @pertamina.

“Agar kami dapat menindaklanjuti, mohon laporan disampaikan secara lengkap dan sedetailmungkin, terutama terkait lokasi yang mengalami kelangkaan sampai level kecamatan,”pungkas Arya.

Editor: Hendrik JS

Previous articleBahas Polemik Lolosnya Bacaleg Eks Koruptor, Bawaslu Siap Bertemu Wiranto
Next articleKetika Orang Terkaya Kembalikan Bonus 150 Juta dari Pemerintah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here