Pemerintah Harus Lebih Maksimalkan Program Penanganan Stunting

Bambang Soesatyo Ketua DPR RI

Jakarta, PONTAS.ID – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengkhawatirkan masih terjadi kasus stunting atau gangguan tumbuh kembang anak akibat kekurangan gizi.

Merujuk pada kasus stunting di Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Barat yang melewati angka 40 persen. Sedangkan di Kota Cimahi ada 7965 anak mengalami stunting.

Bambang meminta Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, dan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) bergandeng tangan dengan pemerintah daerah setempat.

“Tujuannya bersinergi memaksimalkan pelaksanaan program penanganan stunting sebagai upaya untuk menanggulangi masalah kurang gizi di Indonesia,” jelasnya kepada wartawan, Kamis (23/8/2018).

Menurut Bambang, pemerintahan Presiden Joko Widodo punya perhatian besar terhadap persoalan stunting. Bahkan, Jokowi telah memimpin langsung Gerakan Nasional Pencegahan Stunting.

Politisi Partai Golkar itu meminta Kementerian Dalam Negeri dapat menggerakkan pemda demi mendorong masyarakat memanfaatkan dana desa untuk mendirikan Posyandu, serta membangun fasilitas kesehatan maupun sanitasi yang baik.

“Sehingga dapat membantu meningkatkan kesehatan masyarakat desa terutama mencegah terjadinya stunting,” kata Bambang.

Selain itu, Kemenkes juga perlu melakukan edukasi dan kampanye tentang manfaat air susi ibu (ASI) eksklusif bagi bayi. Sebab, ASI eksklusif punya kontribusi penting bagi tumbuh kembang dan daya tahan anak.

“Sekaligus menyosialisasikan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan menjalankan pola hidup sehat agar terhindar dari segala macam penyakit,” demikian Bambang.

Previous articleKonsumsi Solar Subsidi Melonjak di Palu, Pertamina Tingkatkan Pengawasan
Next articleMuhammadiyah Tak Larang Warganya Terlibat Politik Praktis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here