Ariel Sudah Dipenjara, LP3HI Pertanyakan Status Cut Tari – Luna Maya

(kiri ke kanan) Luna Maya - Ariel - Cut Tari.

Jakarta, PONTAS.ID – Kasus video mesum yang melibatkan Ariel, Luna Maya dan Cut Tari kembali menjadi sorotan. Pasalnya Luna Maya dan Cut Tari hingga saat ini masih berstatus sebagai tersangka dan menggantung, karena berkas kasus mereka masih di kepolisian.

Adalah Lembaga Pengawasan dan Pengawalan Penegakan Hukum Indonesia (LP3HI) yang berinisiatif, mengajukan Permohonan Pemeriksaan Praperadilan Mengenai Sah Tidaknya Penghentian Penyidikan Tersangka Atas Nama Cut Tari Aminah Anasya dan Luna Maya.

Dalam surat permohonannya, Wakil Ketua LP3HI, Kurniawan Adi Nugroho mempertanyakan nasib para tersangka yang harus menanggung status tersangka, tanpa ada kejelasan kapan perkaranya diperiksa pengadilan.

Mereka pun menggugat praperadilan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, karena dinilai lamban dalam menangani kasus perkara tindak pidana kesusilaan tersebut, kendati sudah menetapkan Cut Tari dan Luna Maya sebagai tersangka pada 9 Juli 2010.

Gugatan praperadilan tersebut pun sudah diterima oleh pihak Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan dengan nomor gugatan 70/Pid.Prap/2018/PN.JKT.SEL. Sidang praperadilan sudah berlangsung dengan agenda pembuktian serta kesimpulan pada Kamis (2/8/2018).

Kurniawan juga menilai ada kejanggalan pada perkara tersebut. Pasalnya, pada perkara tindak pidana kesusilaan itu, penyidik Kepolisian hanya menjerat dan memenjarakan Nazril Irham atau Ariel yang kini sudah selesai menjalani masa tahanannya.

“Gugatan praperadilan ini justru meminta Hakim agar memerintahkan Kapolri menerbitkan SP3 terhadap Cut Tari dan Luna Maya karena tidak cukup bukti dan penyidik Kepolisian tidak mampu memenuhi petunjuk Jaksa Penuntut Umum (JPU),” katanya, Jumat (3/8/2018).

Menurutnya, tim penyidik dari Kepolisian mengaku tidak pernah menghentikan perkara yang melibatkan Luna Maya dan Cut Tari. Bahkan, tim penyidik Kepolisian sudah menyerahkan bukti T-6 dan bukti T-7 ke Kejaksaan Agung sejak 4 Agustus 2010.

“Tapi Kepolisian tak bisa menjawab apakah perkara itu dinyatakan lengkap (P21) oleh Jaksa atau malah dikembalikan oleh jaksa ke tim penyidik (P19). Kapolri harusnya mengeluarkan SP3, hukum tidak boleh menggantung. Mereka bisa jadi tersangka seumur hidup,” ujarnya.

Sementara itu Humas Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Achmad Guntur membenarkan adanya permohonan tersebut. Bahkan, katanya sidang sudah berjalan. “Tanggal 7 Agustus 2018 nanti putusan,” ucap Achmad, Jumat (3/8/2018).

Editor: Risman Septian

Previous articleTercatat Sudah 25 Jemaah Calon Haji Wafat di Tanah Suci
Next articleGNPF Ulama: UAS Harapkan Habib Salim Terima Rekomendasi Ijtima Ulama

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here