Kapolri Sebut Ada Tiga Ancaman Keamanan Saat Asian Games

Kapolri Jenderal Tito Karnavian (ist)

Jakarta, PONTAS,.ID – Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan ada tiga ancaman utama gangguan keamanan yang harus diantisipasi pada saat acara Asian Games 2018 berlangsung. Tiga ancaman gangguan keamanan itu adalah aksi terorisme, kejahatan jalanan (street crime) dan kemacetan lalu lintas.

Untuk mencegah itu, Tito menuturkan Polri terus melakukan operasi-operasi pemberantasan terorisme.

“Operasi ini terus akan bergerak dengan melibatkan unsur Mabes Polri dipimpin Densus 88 serta semua Satgas Anti Teror yang dibentuk Polda dan dibawah arahan Densus 88,” kata Tito, Jumat (20/7/2018).

Tito mengatakan empat Polda yang menjadi prioritas siap menjaga keamanan pelaksanaan Asian Games. Yakni Polda Metro Jaya, Polda Sumatera Selatan, Polda Jawa Barat dan Polda Banten.

“Ini empat Polda ini sudah miliki konsep operasi yang libatkan stake holder lain termasuk TNI dan pemerintah setempat. Kita buat sistem pengawasan dengan cctv yang ada command center kemudian kita adakan operasi cipta kondisi sebelumnya trutama kejahatan-kejahatan jalanan, begal, copet, jambret dan lain-lain,” tutur Tito.

Terkait kejahatan jalan, Tito melanjutkan, masalah gangguan keamanan ini akan banyak terjadi di Palembang, Sumatera Selatan. Ia pun telah memerintahkan jajarannya untuk membersihkan kejahatan jalanan tersebut.

“Kapolda Sumsel sudah bersihin cukup banyak ditangkap. Bahkan di Jabar sudah ditangkap lebih kurang 1.500 pelaku kejahatan jalanan, di Polda Metro juga banyak bahkan ada yang tertembak, ditangkap lebih kurang 50, yang tewas 15 kalau tak salah,” ucap Tito.

Sementara, permasalah terakhir adalah kemacetan lalu lintas yang terjadi di Jakarta dan sekitarnya. Menurut Tito kepolisian bersama pemerintah provinsi DKI Jakarta serta Kementerian Perhubungan terus melakukan kajian-kajian untuk mencegah kemacetan saat berlangsungnya Asian Games. Salah satu opsi yang masih dikaji adalah meliburkan anak sekolah yang lokasi sekolahnya menjadi jalur lalu lintas atlet dari Wisma Atlet ke tempat pertandingan.

“Ada beberapa opsi diantaranya meliburkan anak sekolah. Positifnya bisa mengurangi angka kemacetan 11 persen tapi juga akan ada dampak pd kualitas pendidikan. Kalau enggak diliburkan mungkin kemacetan mungkin terjadi,” pungkasnya.

Previous articleGerindra: Prabowo Tak Akan Tinggalkan Parpol Koalisi
Next articlePrabowo Akan Jadwal Ulang Pertemuan dengan SBY

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here