
Jakarta, PONTAS.ID – Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung menilai, keluarga besar Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta beruntung memiliki Presiden yang berasal dari perguruan tinggi tersebut. Penilaian ini disampaikan Pramono saat menjadi pembicara kunci dalam Leadership Talk yang diadakan di Kampus Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Sabtu (30/6/2018).
Dalam acara yang digelar sebagai rangkaian dari Dies Natalis ke-30 Magister Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (MM FEB UGM) itu, Seskab mengemukakan, salah satu kelemahan alumni UGM itu kalau lihat teman-teman ITB, UI kerap mundur selangkah.
“Saya mendampingi Presiden keliling dunia, gestur tubuhnya itu gestur tubuh yang enggak Gadjah Mada banget begitu. Kan kalau gestur tubuh alumni Gadjah Mada itu biasanya kan kalau sama orang itu ada minder,” kata Seskab.
Sementara Presiden Jokowi kata Seskab, gestur tubuhnya saat bertemu dengan Obama, dengan Trump, ketemu dengan Macron, dengan Turnbull, dengan Angela Merkel itu seperti sejajar. “Saya tidak tahu, mudah-mudahan ini betul-betul karena Fakultas Kehutanan mendidik menjadi seperti itu. Benar-benar sejajar. Beliau sama sekali tidak ada (mindernya),” ujar Seskab.
Bahkan dalam forum forum internasional, ungkap Pramono, jika Indonesia sebagai bangsa besar dunia tidak diatur di tempat yang benar-benar, pasti melakukan protes.
“Dulu tidak pernah kita dilakukan. Pemimpin kita ditaruh di paling ujung dulu hal yang biasa karena ini adalah dianggap sebagai bangsa yang baru mau menampak. Sekarang tidak, gestur kita adalah gestur sebagai bangsa besar,” tegas Seskab.
Bangsa Besar
Dalam kesempatan itu, Seskab menyinggung prediksi dari McKinsey, Bank Dunia, kemudian juga IMF. Dia mengatakan, dengan politik nasional seperti sekarang ini, pada akhirnya disusul pertumbuhan ekonomi yang stabil seperti sekarang ini.
“Demografi kita juga seperti ini, pada tahun 2040-2045 kita akan menjadi bangsa dengan nomor 4-5 dunia. Bukan kita yang menghitung, dunia yang menghitung,” tukas Seskab.
Untuk itu Seskab berharap, agar Presiden Jokowi yang lulusan dari Fakultas Kehutanan UGM itu diberikan kesempatan untuk membawa bangsa ini membangun bangsa ini ke depan menjadi lebih baik. Pramono mencontohkan, ketika Pilkada DKI itu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kita membaik padahal begitu hiruk pikuknya.
“Karena untuk memimpin bangsa dengan 263 juta tidak gampang. Hiruk pikuk politik selalu terjadi, tetapi yang luar biasa dari bangsa ini sekarang ini adalah peristiwa politik dan peristiwa bisnis ekonomi itu betul-betul terpisah,” terang dia.
Selain Sekretaris Kabinet Pramono Anung, turut menjadi pembicara antara lain Direktur Utama Bank BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo, Direktur Utama Pembangkitan Jawa Bali (PJB) Iwan Agung Firstantara, Direktur Utama & CEO Grup Samator Arief Harsono.
Acara ini juga dihadiri oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Wakil Rektor UGM Bidang Kerja Sama dan Alumni Paripurna, Dekan FEB UGM Eko Suwardi, Bambang Sudibyo, Ketua Ikatan Alumni MM FEB UGM Ikang Fauzi, serta alumni dan civitas akademika MM FEB UGM.
Editor: Hendrik JS



























