Kementerian PUPR Kebut Proyek Sudetan Bengawan Solo

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat mengunjungi sudetan Plangwot-Sedayu Lawas, Jumat (11/5/2018)

Jakarta, PONTAS.ID – Sudetan (Floodway) Plangwot-Sedayu Lawas di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur yang dibangun pada tahun 1996-2004 berfungsi mempercepat aliran sebagian debit banjir Sungai Bengawan Solo ke Laut Jawa. Hal ini dilakukan untuk mengurangi banjir di kawasan hilir Sungai Bengawan Solo seperti Lamongan dan Gresik.

Namun seiring dengan perubahan tata ruang, volume air yang masuk ke Sungai Bengawan Solo semakin besar ditambah permasalahan sedimentasi yang terjadi pada sudetan.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pun sejak 2015 hingga saat ini terus melakukan peningkatan dengan perkuatan tebing sudetan di sisi kanan sepanjang total 1.481 meter dan sisi kiri sepanjang 400 meter.

“Sudetan ini dibangun sepanjang 12,3 km dengan lebar 100 meter dan kapasitas 640 m3/detik. Kapasitasnya akan ditingkatkan menjadi 1.000 m3/detik,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam kunjungan kerjanya ke Sudetan Plangwot-Sedayu Lawas, Jumat (11/5/2018).

Ditambahkan Basuki, untuk meningkatkan kapasitas ini, pihaknya melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo telah menyiapkan program berupa pembangunan 2 buah emergency gate, peninggian tanggul, pembangunan jembatan, perkuatan tanggul dan pembangunan jalan inspeksi sepanjang 10,3 km.

Bila proyek ini selesai, Basuki mengatakan akan mengurangi luas dan lama waktu genangan banjir seperti yang terjadi pada tahun 2017, di mana luapan Sungai Bengawan Solo merendam kawasan hilir Bengawan Solo antara lain Kecamatan Turi, Babat dan Laren di Kabupaten Lamongan hingga 7 hari.

“Banjir didaerah tersebut tidak bisa dihilangkan karena memang daerah cekungan dan daerah rawa. Selain itu, genangan juga bisa terjadi karena hujan yang jatuh di daerah tersebut,” kata dia.

Turut hadir mendampingi Menteri Basuki dalam kunjungan tersebut yakni Irjen Rildo Ananda Anwar, Dirjen Bina Marga Arie Setiadi Moerwanto, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII Surabaya Ketut Darmawahana, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Charisal Akdian Manu dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja.

Editor: Hendrik JS

Previous articlePelaku UKM Batik Tulis Dapatkan Fasilitas HAKI dari Pemerintah
Next articleDikalahkan Mahathir, Mega Korupsi Najib Razak Mulai Diusut