PLN Bangun Jaringan Listrik, Long Ikis Kembali Bergeliat

Pekerjaan perluasan jaringan listrik di Desa Tiwei, Kec. Long Ikis, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur /Foto: PLN

Jakarta, PONTAS.ID – Masyarakat Desa Tiwei, Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur kini mulai bernafas lega setelah pembangunan jaringan listrik oleh PLN di wilayah mereka. Pasalnya, dalam kurun 21 tahun warga belum pernah merasakan listrik 24 jam penuh.

“Kami sangat sangat senang karena listrik akan segera masuk desa. Kalau malam, biasanya anak-anak belajar mengaji dengan lampu teplok. Kami harap listrik PLN bisa meningkatkan taraf hidup kami,” ungkap salah seorang Pemuka Agama setempat, Ahmad Zainal Abidin (54).

Senada dengan Abidin, salah seorang warga, Sri Samiati (40), mengatakan, warga desa masih mengandalkan sumber listrik melalui genset milik desa dan milik pribadi, dimana distribusinya masih belum merata kepada seluruh warga. Mereka pun harus merogoh kocek cukup besar.

“Kami bisa habis Rp 600 ribu sebulan hanya untuk menyalakan genset. Itu pun belum 24 jam. Kalau sudah ada listrik PLN tentu lebih murah dan kami bisa menjalankankan bisnis lain, seperti fotokopi misalnya,” jelas Samiati.

Demikian halnya dengan Daso (65) yang merupakan pengrajin mandau (senjata sejenis parang khas suku Dayak Kalimantan), kembali menunjukkan senyumnya. Sebab dia terpaksa menghentikan produksi mandau karyanya, sejak petir merusak genset di rumahnya Februari lalu.

Padahal, mandau karya Daso yang sudah terkenal hingga Bali ini bisa terjual mulai Rp350.000 hingga Rp.700.000. “Sejak genset rusak, saya tidak bisa bikin mandau lagi. Tapi sebentar lagi listrik nyala, karena PLN sudah masuk Desa,” ungkap Daso.

Target Elektrifikasi
Sementara itu, General Manager PLN Wilayah Kaltimra, Riza Novianto Gustam mengaku terus berupaya meningkatkan rasio elektrifikasi di Kalimantan. Hingga April 2018, PLN telah melistriki 1.503 desa di Kaltim dan Kaltara dan saat ini rasio desa berlistrik di Kaltim dan Kaltara sudah 100 persen.

“Saat ini PLN sedang memperluas jaringan listrik supaya distribusi kepada warga desa menjadi lebih merata,” kata Riza, seperti dikutip dari PONTAS.id dari laman pln.co.id, Senin (30/4/2018).

Riza menjelaskan, sejak Oktober 2017, PLN mulai menanam tiang listrik di Desa Tiwei. Selanjutnya membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 8,9 kilometer sirkit (kms) dan Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 3.68 kms dengan 3 gardu distribusi.

“Nilai investasi yang digelontorkan PLN untuk proyek listrik desa ini sebesar Rp 4,9 Milyar.
Saat ini tersisa 1 kms jaringan kabel lagi. Artinya sudah 85 persen lebih jaringan PLN siap. Jika semuanya lancar, jaringan listrik di Desa Tiwei kami harapkan bisa mulai beroperasi pada bulan Mei nanti,” terang dia.

Tradisi yang Hilang
Tak hanya Desa Tiwei, upaya pemerataan jaringan listrik pedesaan kata Riza, juga dilakukan di daerah lainnya di Kalimantan Timur, antara lain beberapa desa Kutai Kartanegara, Kutai Timur, dan Kutai Barat. Sementara di Kalimantan Utara progres listrik pedesaan sedang berjalan di Nunukan dan Tulin Onsoi.

“Masuknya listrik PLN ke desa-desa tak sekedar memberi terang, namun juga menyambung tradisi yang hilang, dan tentunya memberi kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat Indonesia,” pungkasnya.

Editor: Hendrik JS

Previous articleGrab Dapatkan Muri Menghias Zebra Cross
Next articleKetua DPR Janji Kaji Usulan PWI Soal RUU Media Sosial