PLN Didorong Bebaskan Tarif Listrik untuk Pengungsi Gunung Sinabung

Menteri ESDM, Ignasius Jonan

Jakarta, PONTAS.ID – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meminta PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) membebaskan biaya listrik bagi pengungsi Gunung Sinabung yang tinggal di Hunian Sementara (Huntara). Sebab, para pengungsi masih membeli token listrik saat berada di Huntara.

Menteri Jonan bercerita berdasarkan informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), para pengungsi Sinabung yang saat ini jumlahnya mencapai 348 kepala keluarga (KK) dikenakan tarif listrik non subsidi.

Dia pun mengusulkan ke PLN untuk menggratiskan biaya penggunaan listrik. “Ini kan cuma 348 KK yang ada di hunian sementara, kalau bisa ditinjau dari waktu ke waktu, ya diberikan gratis,” kata Menteri Jonan dalam keterangan pers, Rabu (21/3/2018).

Saat Menteri Jonan berkunjung ke Huntara 3 di Kecamatan Simpang Empat yang dihuni sekitar 180 KK, warga menyampaikan bahwa pasokan listrik di daerah tersebut sangat terbatas. Satu token masih digunakan 2 KK.

Warga yang sebagian besar bertani tersebut berharap listrik dapat segera digratiskan sehingga membantu meringankan kebutuhan sehari-hari.

Saat berkunjung di Pos Pemantau Gunung Api (PGA) Sinabung, Menteri Jonan juga melakukan serah terima Program Bantuan Sumur Bor dan Penerangan Jalan Umum (PJU) kepada Bupati Karo Terkelin Brahmana. Kedua program tersebut adalah Kementerian ESDM yang akan segera dibangun pada tahun ini.

Keempat sumur bor untuk 1.020 KK tersebut akan dibangun di Kabupaten Karo, yakni di 2 Komplek Hunian Sementara di Kecamatan Tiga Panah dan Simpang Empat, serta dua Komplek Hunian Tetap di Kecamatan Simpang Empat.

“Program Kementerian ESDM tahun ini membangun empat sumur bor air bersih untuk penyediaan air bersih untuk warga. Jadi ada 4 titik. Biasanya sih mestinya cukup ya karena dalam satu jam debitnya bisa 600 liter. Kalau untuk mandi dihemat saja, dan untuk minum mestinya cukup sih,” ujar Menteri Jonan.

Program kedua ialah pembangunan Penerangan Jalan Umum (PJU) tenaga surya atau panel surya di daerah Hunian Sementara. Saat ini sudah dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Previous articleJasa Marga Tutup Gerbang Tol Kayu Besar, Begini Pengaturannya
Next articleZaini Dihukum Pancung, Kemenlu Bantah Gagal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here