Jakarta, PONTAS.ID – Menko Luhut Adakan pertemuan dengan Menteri Pertanian dan Pembangunan Pedesaan Kolombia, Juan Guillermo Zuluaga. Menko Luhut mengundang Menteri Zuluaga untuk berpartispasi dalam seminar yang diselenggarakan di Vatican (25/4)
Pada pertemuan Menteri kedua negara ini, yang berlangsung di KBRI Indonesia di Den Haag tersebut, bertukar informasi apa saja yang sudah dilakukan dan rencana kerja bersama dalam menghadapi ancaman penghapusan pembelian produk biodiesel sawit ini.
Kolombia adalah salah satu negara penghasil sawit terbesar bersama Thailand, Nigeria, Papua Nugini, Guatemala, Pantai Gading dan Honduras. Menteri Zuluaga bercerita bahwa Ia baru saja melakukan hal yang sama, yaitu bertemu dengan beberapa unsur EU di Brussels dan bertemu dengan anggota Parlemen di Belanda.
Kolombia merupakan penghasil kelapa sawit ke empat terbesar di dunia dengan produksi 1,28 juta ton per tahun. “Bagi negara kami, rencana EU ini cukup mengganggu, karena ada sekitar 5,000 hektar kelapa sawit di Kolombia yang dimiliki oleh petani atau pengusaha kecil menengah,” ungkap Juan.
Saya melakukan hal yang sama dengan Anda, lanjut Juan. “Kami melakukan berbagai pertemuan dan meluruskan pandangan-pandangan yang salah tentang kelapa sawit, seperti dampak kelapa sawit untuk kesehatan, tuduhan ini sama sekali tidak berdasar,” kata Menteri Zuluaga.
Menko Luhut memberitahukan kepada Menteri Zuluaga bahwa PM Najib dari Malaysia juga bersedia melakukan hal yang sama.
Dampak penghentian pembelian produk kelapa sawit, jika diberlakukan untuk Kolombia adalah akan terjadi peningkatan jumlah pengangguran industri dan perkebunan kelapa sawit menyediakan lapangan pekerjaan bagi mantan pemberontak Fuerzas Armadas Revolucionarias de Colombia (FARC) pada November 2016 seperti dituangkan dalam perjanjian perdamaian dengan pemerintah yang sah saat itu.
Editor: Idul HM



























