Indonesia Tolak Diskriminasi Kelapa Sawit oleh Uni Eropa

Menko Luhut melakukan hearing dengan anggota parlemen Eropa Sean Kelly dalam rangka perundingan produk kelapa sawit indonesia di EU pada hari Selasa (24/4)

Jakarta, PONTAS.ID  – Pemerintah RI secara tegas menolak kampanye hitam serta diskriminasi kelapa sawit yang dilakukan oleh Uni Eropa. Hal itu dibahas dalam pertemuan di Kementerian Luar Negeri, Rabu (20/3/2019).

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Abdurrachman Mohammad Fachir, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution serta Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan.

Dari hasil pertemuan tersebut, Indonesia akan mengambil langkah tegas mengadukan hal tersebut kepada World Trade Organization (WTO) atau organisasi perdagangan dunia jika diskriminasi terus dilakukan.

Pemerintah menolak kampanye hitam tersebut karena kelapa sawit merupakan tumpuan hidup bagi masyarakat serta petani kelapa sawit di Indonesia.

Tercatat sebanyak 20 juta masyarakat menggantungkan hidup mereka dari industri kelapa sawit. Kelapa sawit juga merupakan salah satu industri yang berperan bagi penurunan angka kemiskinan di Indonesia.

Luhut mengatakan Indonesia akan melawan jika ditekan dan diskriminasi. Ia juga menambahkan bahwa Indonesia merupakan negara berkembang dengan potensi yang besar serta diprediksi menjadi salah satu negara penggerak ekonomi dunia pada tahun 2045.

Penulis: Hartono

Editor: Idul HM

Previous articleEkspor Komoditas Pertanian Bali Triwulan Pertama Capai 309 M
Next articleKemendag Resmikan 251 Kantor Unit Metrologi Legal di Seluruh Indonesia