Sepakbola Inggris Berduka Raymond Colin Walkins Meninggal Dunia

Raymond Colin Walkins

London, PONTAS.ID – Lagi-lagi dunia persepakbolaan dikejutkan dengan kabar meninggal dunia mantan kapten tim nasional Inggris, sekaligus bekas bintang Manchester United (MU) dan Chelsea, Ray Wilkins meninggal karena serangan jantung di usia 61 tahun, Rabu (4/4/18) waktu setempat.

Wilkins wafat setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit St. George, London. Pihak keluarganya pun mengonfirmasikan meninggalnya pria yang berposisi sebagai gelandang itu, ketika masih bermain.

“Dengan kesedihan yang mendalam, kami mengumumkan Raymond Colin Walkins telah meninggal pagi ini,” bunyi pernyataan resmi keluarga seperti dikutip BBC.

“Ray meninggalkan istri tercinta Jackie, putri Jade, putra Ross, dan cucu-cucu yang indah Oliver, Frankie, Ava, Freddie, Jake dan Archie. Kami meminta waktu pribadi, untuk saat yang sulit ini,” lanjutan dari pernyataan tersebut.

Memang sejak beberapa tahun terakhir, kondisi kesehatan Wilkins sangat menurun. Mantan pelatih timnas Yordania tersebut, bahkan sudah dua kali melakukan operasi bypass pada Juli 2017.

Sejumlah insan sepak bola Inggris pun mengaku sangat kehilangan. Mantan rekan Wilkins di timnas Inggris Gary Lineker mengungkapkan dirinya memiliki kenangan indah ketika masih bermain bersama, dan kala menjadi pundit.

“Dia adalah seseorang yang menyenangkan dan menawan. Dia selalu memberikan rasa positif dan memberikan dukungan besar, ketika saya bergabung dengan timnas,” ujar mantan penyerang Tottenham Hotspur dan Barcelona itu.

“Dia adalah pemain bertalenta dan telah meraih kesuksesan, tak hanya di negara ini tetapi juga internasional. Dia hidup untuk permainan ini dan sangat mencintainya,” tuturnya melanjutkan.

Pelatih timnas Inggris Gareth Southgate juga memiliki kenangan tersendiri mengenai Wilkins. Southgate, yang pernah bermain dengannya di Crystal Palace, menggambarkan sang mantan rekan setim sebagai sosok sahabat sejati.

“Ray adalah wakil yang hebat dari permainan ini, seorang pria Inggris yang mencintai negaranya. Ketika bermain dengan kami, dia langsung memperlihatkan kemampuan tekniknya yang fenomenal, dalam memainkan bola,” ungkapnya.

“Pada permainan modern, kemampuan itu lebih dihargai dibandingkan masa tersebut. Jadi dia merupakan pemain yang sangat hebat,” kata mantan pembesut Middlesbrough itu.

Wilkins memulai karir sepak bolanya bersama Chelsea, dan menjadi kapten klub itu ketika masih berusia 18 tahun. Setelah enam tahun di London, Pria yang akrab dipanggil Butch itu akhirnya hijrah ke MU pada 1979, dan memberikan Setan Merah gelar juara Piala FA 1982/83.

Pada 1984, Wilkins mencoba peruntungannya di luar Inggris, dan bergabung dengan AC Milan. Dia pun kemudian hijrah Paris Saint-Germain (PSG), Rangers, dua periode dengan Queens Park Rangers, Crystal Palace, Wycombe Wanderers, Hibernian, Millwall dan Leyton Orient.

Sedangkan di timnas Inggris, Wilkins pertama kali dipanggil pada 1976, era kepelatihan Don Revie. Bersama The Three Lions dia dipercaya 10 kali menjadi kapten tim. Wilkins merupakan bagian dari timnas Inggris di Piala Dunia 1982 dan 1986, serta Piala Eropa 1980.

Secara keseluruhan dia telah tampil 84 kali dan mencetak 3 gol untuk timnas Inggris. Setelah pensiun sebagai pemain, Wilkins pun merambah ke dunia kepelatihan dan sempat menangani Queens Park Rangers dan Fulham.

Dia pun kemudian dipercaya sebagai asisten Gianluca Vialli. Sempat berpisah dengan Si Biru karena dipecat Claudio Ranieri, dia kembali bergabung dengan Chelsea sebagai asisten Luiz Felipe Scolari, Guus Hiddink dan Carlo Ancelotti.

Terakhir, dia menjadi asisten Tim Sherwood ketika menangani Aston Villa pada Oktober 2015. Meski tak terlalu sukses sebagai pelatih, tidak bisa diragukan bahwa Wilkins adalah salah satu pesepak bola hebat yang dimiliki Inggris. Selamat Jalan Butch!

Previous articleKemenaker: SDM Sektor Pertanian Perlu Ditinggkatkan
Next articleBupati Bogor: Program Upsus Pajale Sejahterakan Masyarakat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here