Jakarta, PONTAS.ID – Sumber Daya Manusia yang baik mampu menjunjung tinggi segala macam aspek di dalam pembangunan pertanian.
Berdasarkan hasil pengukuran produktivitas Direktorat Bina Produktivitas Kemenaker hasil kerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS), terungkap tingkat produktivitas kategori lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan (kategori A) sudah cukup membaik.
Produktivitas sektoral Indonesia, pada 2016, mengalami peningkatan di sembilan kategori lapangan usaha. Termasuk kategori lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan yang tumbuh positif sekitar 3,19% pada 2015 dan 2016
“Peningkatan produktivitas kategori lapangan usaha ini merupakan dampak positif dari perbaikan regulasi dan kebijakan pemerintah di sektor pertanian, terutama pada SDM, pemasaran dan infrastruktur seperti gudang penyimpan, pendingin dan lain sebagainya,” ujar Direktur Bina Produktivitas Kemenaker Muhammad Zuhri melalui keterangan resmi, Kamis (5/4/2018).
Walaupun demikian, masih ada banyak hal yang harus dilakukan. Pasalnya, meski dikenal sebagai negara agraris penghasil produk pertanian berlimpah dengan beragam buah dan sayur, masyarakat Indonesia dianggap belum maksimal dalam mengolah kekayaan sumber daya alam yang dihasilkan.
Food and Agriculture Organization (FAO) melihat terdapat potensi 1,3 miliar ton hasil pertanian atau sepertiga dari seluruh produksi yang dihasilkan terbuang percuma akibat salah penanganan pascapanen. Secara ekonomi hal tersebut tentu saja mengakibatkan kerugian cukup besar.
Zuhri mengungkapkan tingkat pendapatan petani berkurang karena beberapa produk pertanian yang rusak tidak bisa dijual. Jumlah produksi pertanian yang sampai ke konsumen juga berkurang karena kesalahan penangan terutama dalam proses distribusi.
“Maka dari itu perlu terus ditingkatkan manajemen pengelolaan produk pertanian yang ditopang dengan pemanfaatan teknologi,” ucapnya.
Editor: Idul HM



























