Bupati Bogor: Program Upsus Pajale Sejahterakan Masyarakat

Bupati Bogor Hj. Nurhayanti menghadiri panen raya dalam rangka upaya khusus padi, jagung, dan kedelai (upsus pajale) tahun 2018 di Gapoktan Tawekal Kp. Cisaat RT 20/RW 10, Desa Sukamanah, Kecamatan Jonggol, Rabu (04/04/18).

Jakarta, PONTAS.ID –  Lewat program upaya khusus padi jagung dan kedele (upsus pajale) tahun 2018, kesejahteraan masyarakat hingga pendapatan petani bisa lebih meningkat.

Demikian yang disampaikan Bupati Bogor Hj Nurhayanti saat menghadiri panen raya dalam rangka upsus pajale 2018 di Gapoktan Tawekal, Kampung Cisaat RT 20/10 Desa Sukamanah, Kecamatan Jonggol, Kabapaten Bogor, (4/4/).

Menurut Nurhayanti, program upsus pajale memiliki peranan yang sangat penting dan strategis dalam mendorong diversifikasi pangan dan perbaikan mutu gizi masyarakat.

Nurhayanti mengatakan, program upsus ini juga dapat mengembangkan pasar untuk mendongkrak pendapatan petani dan meningkatan kesejahteraan masyarakat pada umumnya.

“Program ini merupakan program pemerintah pusat dan menjadi perhatian yang sangat serius bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, mengingat peranannya yang sangat menentukan, tidak hanya dalam sistem ketahanan pangan akan tetapi juga sebagai penggerak roda perekonomian Nasional,” ujarnya dalam paparan sambutannya, melalui keterangan tertulis, Kamis (5/4/2018).

Nurhayanti pun mengatakan, program tersebut telah berhasil mengintegasikan kinerja seluruh pemangku kepentingan, baik Pemerintah Daerah, TNI dan polri maupun stakeholder lainnya atas keterlibatan dalam program tersebut.

“Baik dalam bentuk bantuan pengawalan dan pendampingan, maupun dalam menjaga momentum meningkatnya produksi pangan dan stabilitas harga menjelang ramadhan dan lebaran,” tuturnya.

Pemkab Bogor pun tengah menyiapkan Peraturan Daerah (Perda) Tentang Lahan Pertanian Berkelanjutan. Yanti mengungkapkan, pada 2017 lalu Pemkab Bogor bekerja sama dengan Badan Informasi Geospasial (BIG) dalam memetakan lahan pertanian di Bumi Tegar Beriman.

Hasilnya, potensi sawah seluas 47.265,94 hektare dengan rincian sawah yang ditanami padi seluas 37.301,62 hektare dan yang tidak ditanami padi 9.964,3 hektare. “Sementara produksi pada 2017 mencapai 545.413 ton gabah kering dengan dikonversi menjadi beras mencapai 344.701,016 kilogram pada luas panen 90.961 hektare,” jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupten Bogor Siti Nuriyanty mengatakan, panen raya kali ini untuk menunjang usaha-usaha pemberdayaan masyarakat hingga mendorong daya saing dan produktivitas petani. “Sasarannya produksi seperti tahun lalu dengan luas panen 90.961 hektare,” katanya.

Produksi pertanian tidak bisa dilepaskan dari peran TNI. Danren 061/Suryakancana Kolonel Inf M Hasan mengungkapkan, Kabupaten Bogor merupakan daerah potensial untuk dikembangkan dalam pertanian.

“Maka, unsur TNI dan Polri akan terus menyukseskan dapat berjalan dengan baik dan cita-cita sebagai penghasil beras di Jawa Barat dapat terwujud,” katanya.

Editor: Idul HM

Previous articleSepakbola Inggris Berduka Raymond Colin Walkins Meninggal Dunia
Next articleDokter Terawan Dipecat, Fahri: Siapa Mau Tangani Presiden?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here