Jakarta, PONTAS.ID – Pertarungan Pilkada di daerah Sumatera Utara memang menjadi pesta demokrasi yang bersih dan adil, tetapi penurunan jumlah daftar pemilih sementara (DPS) dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara tahun 2018 di Kota Medan mengherankan karena cukup drastis.
Anggota DPRD Sumut Brilian Moktar, mengatakan, kondisi itu cukup mengherankan karena jumlah penurunannya fantastis yakni sekitar 300 ribu orang meski hanya berjarak tiga tahun. Dalam pemilihan gubernur dan wakil pada tahun 2013 dan pemilihan wali kota dan wakil wali kota pada 2015, daftar pemilih di Kota Medan berkisar 1,8 juta orang.
Namun baru-baru ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan baru menetapkan daftar pemilih sementara (DPS) untuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur sekitar 1,5 juta orang. “Ada pengurangan hingga 300 ribu orang. Padahal tidak ada tsunami di Medan, kenapa bisa berkurang segitu banyak hanya dalam tiga tahun,” kata Brilian Moktar selaku Anggota DPRD Sumut, Medan, Senin, (19/3/10).
Penurunan DPS tersebut semakin mengherankan jika diperbandingkan dengan data kependudukan yang jumlahnya selalu bertambah setiap tahun. “Penduduk setiap tahun bertambah. Setahu saya, tidak ada bom atau pembunuhan besar-besaran di Medan, tapi kok bisa berkurang sebanyak itu. Ada apa ini,” ujar politisi PDI Perjuangan tersebut.




























