Djarot-Sihar Akan Akomodir Keluhan Pedagang

Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara, Sihar Sitorus membantu mengayunkan anak salah satu pedagang saat blusukan ke pasar tradisional, (Foto:Ist)

Medan, PONTAS.ID – Dalam blusukan dan pertemuan bersama masyarakat dan Pedagang di pasar tradisional Aek Nabara, Rantauprapat, Labuhan Batu, Sumatera Utara (Sumut). Calon Wakil Gubernur Sumut Sihar Sitorus banyak mendapatkan keluhan soal kondisi pasar yang tidak tertata rapi. Jika terpilih nanti, pedagang pasar tradisional Aek Nabara, Rantauprapat, Labuhan Batu, Sumatera Utara (Sumut), meminta kepada Calon Wakil Gubernur Sumut Sihar Sitorus untuk menata kondisi pasar yang semrawut. Para pedagang menginginkan pasar yang tertata rapi dan bersih.

Harapan pedagang itu disampaikan langsung oleh Dorlan Malau (45). Dia melihat pasar yang saat ini sangat semrawut. Para pedagang lebih memilih untuk berjualan di jalan raya sehingga membuat lalu lintas jadi kacau.

Tak hanya itu pemandangan pasar juga jadi kumuh tak beraturan. Akibat kondisi tersebut mempengaruhi pendapatan pedagang yang berkurang terutama mereka yang memiliki kios di bagian dalam. Padahal mereka telah merogoh koceknya untuk membayar sewa kios sebesar Rp 10 juta setiap tahunnya.

“Karena masyarakat umumnya membeli di pinggir jalan. Disisi lain pedagang di pinggir jalan jauh lebih murah. Selain itu mereka tidak memberikan retribusi kepada negara. Sehingga modal yang digunakan sangat rendah dibandingkan mereka,” kata Dorlan.

“Kami mau mengatakan bahwa itu ditertibkan, pak. Karena jika tidak, kami akan rugi. Ini juga kami sampaikan kepada pihak pemerintah kabupaten. Karena kami membayar retribusi kepada negara,” tambahnya.

Dia mengungkapkan, barang dagangan pedagang yang menyewa kios baru terjual ketika barang dagangan pedagang diluar pasar sudah habis. Dirinya dan pedagang lainnya menilai, hal tersebut tidak adil. Karena mereka memberikan kontribusi pada negara. “Kami maunya semua sama-sama mendapat untung. Karena kita sama sama pedagang yang mencari nafkah untuk keluarga kita,” ujar Dorlan.

Selain masalah pasar, dia juga berharap agar Sihar yang berpasangan dengan Djarot ini membangun Aek Nabara yang merupakan salah satu kota terkotor dan semrawut di Sumut.

Mendengar keluhan masyarakat, Sihar Sitorus mengatakan, penataan pasar memang hal yang sangat penting dan harus dilakukan dengan baik. Agar tidak terjadi bentrok antara para pedagang. “Semua keluhan pedagang harus di akomodir. Baik yang di luar pasar maupun di dalam pasar. Harus ada solusi yang baik juga nantinya yang akan diberikan kepada para pedagang,” tandas Sihar.

Previous articleKKP : Optimalkan Potensi Kawasan Terluar dan Perbatasan
Next articleKazakhstan Dukung Indonesia Jadi Anggota DK PBB