Jakarta, PONTAS.ID – Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) melelang jabatan Deputi Penindakan KPK sepeninggal Irjen Heru Winarko yang kini menjabat sebagai Kepala BNN. Polri sudah mengajukan 3 nama calon kandidatnya ke KPK.
Wakapolri Komjen Syafruddin mengatakan ketiga nama itu salah satunya adalah Kapolda Nusa Tenggara Barat yakni Brigjen Firli. Sementara 2 lainnya anggota Polri yang ditugaskan di luar institusinya.
“Kita sudah usulkan 3 nama, semua ahli reserse tiga-tiganya, tapi itu terserah (KPK) mau dipakai atau tidak nggak ada masalah,” kata Syafruddin selaku Wakapolri, Jakarta, Jumat, (9/3/18).
“Ada Kapolda NTB, satu lagi Kepala Biro Bareskrim, satu lagi salah satu pejabat Polri yang ditugaskan diluar institus Polri yaitu di Kementerian BPN (Badan Pertahanan Nasional),” sambung Syafruddin.
Dua nama terakhir yang dimaksud yakni Kepala Biro Pengkajian dan Strategi Sistem Operasi Polri Brigjen Toni Harmanto dan seorang Perwira Menengah SSDM Polri yang ditugaskan di Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN, Brigjen Abdul Hasyim Gani.
Ketiganya merupaka Jenderal Bintang satu di institusi Bahayangkara ini. Ketiganya akan mengikuti test yang diberlakukan oleh KPK dengan calon-calon yang juga diusung oleh Kejaksaan Agung.
“Semua ahli reserse tiga-tiganya, tapi itu terserah (KPK) mau dipakai atau tidak nggak ada masalah,” kata Syafruddin.




























