Jakarta, PONTAS.ID – Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Kemaritiman saat ini tengah berupaya menuntaskan rencana utama (master plan) pengembangan Blok Masela, Maluku.
Blok Masela berada di laut Arafura, Maluku, merupakan ladang minyak dan gas bumi yang terbesar di dunia dan menjadi salah satu dari 37 prioritas dalam Proyek Strategis Nasional (PSN), yang dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi)
“Kami sedang menyiapkan beberapa Peraturan Pemerintah (PP) yang sebagai acuan dalam investasi di Blok Masela ini. Proses teknis terus dikerjakan. Kemudian skema industri hilir sedang disiapkan oleh Kementerian Perindustrian,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Infrastuktur Maritim Ridwan Djamaludin usai menghadiri rapat koordinasi Persiapan Master Plan Pengembangan Blok Masela di Jakarta, melalui pesan tertulis yang diterima PONTAS.id, Senin (5/3/2018).
Persiapan master pengembangan Blok Masela, lanjut Ridwan, juga meliputi aspek penguatan peran serta masyarakat lokal untuk ikut terlibat dalam pengelolaan blok migas, yang terletak di perairan dekat dengan Kepulauan Tanimbar, Kabupaten Maluku Tenggara Barat.
“Kemudian untuk keterlibatan masyarakat lokal, seperti penguatan perguruan tinggi seperti yang diterapkan oleh Universitas Patimura juga terus dilakukan,” ujarnya.
Multiplier Effect
Pihaknya kata Ridwan berupaya agar master plan Blok Masela bisa rampung sebelum Presiden Jokowi bertemu dengan perwakilan pemerintah Jepang.
Pemerintah pun menurut dia, akan terus memantau persiapan dan kesiapan pengembangan lapangan migas yang ditargetkan dapat memproduksi gas 421 juta kaki kubik per hari (mmscfd), dan minyak 8.400 barel per hari (bopd) tersebut.
“Harmonisasi perencanaan lintas sektor, baik di hulu, hilir dan pengembangan wilayah sekitar sudah sangat dibutuhkan. Ini sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo dan Menko Luhut, agar Blok Masela dapat menimbulkan dampak berlipat (multiplier effect) yang bisa langsung dirasakan masyarakat,” pungkasnya
Editor: Hendrik JS




























