Jakarta, PONTAS.ID – Komisaris Jenderal Polisi Budi Waseso membandingkan dirinya dengan Presiden Filipina Rodrigo Duterte dalam memberantas penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang (Narkoba).
Duterte dikenal dunia internasional sebagai presiden yang tak segan membunuh serta menghukum mati para pihak yang terlibat jaringan narkotika di Filipina.
Pria yang akrab disapa Buwas ini mengaku dirinya lebih tegas dan lebih berani daripada Duterte, namun lantaran tidak memiliki kewenangan, dia pun tidak memiliki kesempatan membuktikan diri.
Dia pun menyesalkan, perilaku oknum di lembaga pemasyarakatan yang kerap berseberangan dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) karena bekerjasama dengan terpidana narkoba di dalam lapas.
Padahal, BNN yang pernah dipimpin Buwas telah bekerja keras meringkus jaringan pengedar narkotika, “Jangan dipidanakan lagi orang-orang itu (oknum lapas dan jaringan narkoba) , bantai saja. Saya lebih gila dari Duterte, hanya tidak punya kewenangan saja,” ujar Buwas pada jumpa pers serah terima jabatan Kepala BNN di Kantor BNN, Cawang, Jakarta, Senin (5/3/2018).
Merujuk data BNN tahun 2017, Buwas mengatakan BNN menangani sekitar 29 ribu kasus terkait peredaran narkotika, 90 persen lebih merupakan kasus yang melibatkan jaringan di dalam lapas, “BNN hanya jadi pemadam kebakaran, dan bekerja sia-sia. Karena tempatnya (jaringan narkoba) malah berganti ke dalam lapas,” tutur Buwas.
Iming-iming Materi
Buwas bercerita, dalam memerangi narkoba dirinya hanya bisa mengajukan gagasan, seperti mengusulkan untuk membangun lapas di pulau-pulau terluar khusus bagi para terpidana jaringan narkotika pada tahun 2015 lalu.
Dalam gagasannya Buwas juga mengusulkan buaya sebagai penjaga lapas menggantikan manusia yang menurutnya mudah diintervensi iming-iming materi, “Saya memang harus jadi gila. Kalau tidak gila, tidak nyambung sama orang-orang gila itu,” ujarnya.
Buwas mengaku sudah mengajukan rencana itu secara detail ke Kemenkumham dan sudah diterima Presiden Joko Widodo. Namun hingga ia menanggalkan jabatan pada 1 Maret 2018, belum juga ada realisasi.
Di masa kepemimpinan Kepala BNN baru, Buwas berharap ada keseriusan dari Kemenkumham untuk membantu BNN membenahi peredaran narkoba di lapas, “Sampai kiamat kalau cara menanganinya begini terus tidak akan selesai-selesai. Pak Heru nanti akan keteteran juga kalau teman-teman tidak tanggung jawab di lapas,” ucapnya.
Editor: Hendrik JS



























