Akankah Menhub Melarang Ojek Online di Pinggir Jalan?

Ilustrasi Ojek online kerap memakai badan jalan dan trotoar untuk dijadikan tempat mangkal.

Jakarta, PONTAS.ID – Hal biasa yang sudah menjadi pemandangan umum saat melihat beberapa kawanan ojek online bergerombol di suatu lokasi. Mulai dari pinggir jalan, depan pusat perbelanjaan, trotoar, halte, sampai kolong flyover. Alasan paling pamungkas yang banyak di keluarkan adalah menunggu penumpang, selebihnya sekadar beristirahat melepas lelah.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengaku tengah mempertimbangkan untuk mengeluarkan aturan untuk melarang pengendara ojek online untuk berkumpul. Hal ini dilakukan menyusul terjadinya perusakan mobil oleh sekumpulan massa yang terdiri dari para pengendara ojek online belum lama ini. Menhub berharap, aturan tersebut nantinya bisa mencegah terjadinya gesekan sehingga insiden serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari.

“Kita juga akan meneliti lebih jauh bagaimana mencarikan jalan keluar agar friksi-friksi ini tidak terjadi, apakah dengan syarat-syarat mereka tidak boleh berkumpul, apakah dengan syarat-syarat yang lain tentunya kita meneliti lebih jauh,” kata Budi Karya selaku Menteri Perhubungan, Jakarta, Senin (5/3/18).

Menhub sebelumnya juga sudah meminta kepada Budi Setiyadi, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan untuk memanggil perusahaan penyedia jasa aplikasi transportasi online atau aplikator. Pemanggilan ini, kata dia, dilakukan agar ke depan tidak terjadi aksi kekerasan lagi.

“Kita juga mengimbau kepada pengendara ojek online dan masyarakat dapat saling memahami dan tidak mengedepankan kepentingan pribadi,” kata Menhub.

Sekadar diketahui, belum lama ini terjadi kejadian kekerasan yang dimulai ketika mobil Nissan X-Trail bernomor polisi B 233 PB mengeluarkan kata-kata kasar pada iring-iringan ojek online. Bahkan mobil tersebut sempat menerobos barikade ojek online hingga menyerempet salah seorang pengemudi ojek online.

Kemudian, ada aksi kejar-kejaran pun berlangsung saat mobil Nissan X-Trail mencoba menghindari amukan para oknum driver ojek online. Akibat kejadian tersebut, korban yang juga sopir mobil Nissan X-Trail Putih tersebut mengalami luka di bagian kepalanya akibat dipukuli para oknum driver ojek online.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol, Roma Hutajulu sebelumnya mengatakan, penyidik telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk penumpang mobil Nissan X Trail yang dirusak sekelompok pengemudi ojek online, yakni Andrian Anton dan Anton Leonard Ayal.

“Kita masih penyelidikan dan pengumpulan fakta karena baru terima laporan tadi (Rabu) malam,” kata Roma beberapa waktu lalu.

Previous articlePemenang Penghargaan Piala Oscar 2018
Next articleJokowi Ogah Teken UU MD3, Pelantikan Pimpinan DPR dari PDIP Tertunda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here